Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengukuhkan tiga guru besar dalam rapat senat terbuka yang dipimpin Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Jumat (4/3). Ketiga guru besar yang dikukuhkan yakni, Prof. Dr. Ilyas Ismail, S.H., M.Hum (Fakultas Hukum), Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc. (Fakultas Pertanian), dan Prof. Dr. Drs. Usman Kasim, M.Ed (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Rektor Unsyiah dalam kata sambutannya mengungkapkan, meskipun terjadi penambahan jumlah guru besar di Unsyiah, namun jumlah tersebut masih belum cukup untuk sebuah perguruan tinggi. Hal ini juga menjadi salah satu catatan penting tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ketika datang ke Unsyiah tahun lalu.
“Menurut data dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada akhir tahun 2015 lalu, jumlah guru besar di seluruh Indonesia hanya sekitar 5.300 orang. Padahal jumlah program studi pada seluruh perguruan tinggi di Indonesia mencapai 22 ribu program studi. Sedangkan mahasiswa yang sedang belajar di perguruan tinggi saat ini mencapai 6,3 juta mahasiswa. Perbandingannya, seorang guru besar di Indonesia harus melayani lebih dari seribu orang mahasiswa,” pungkas Rektor.
Menurut Samsul, kepakaran ketiga guru besar ini sangat dibutuhkan bagi Indonesia, khususnya Aceh. Kajian Prof. Ilyas sangat unik dan menarik karena berhubungan langsung dengan masyarakat yang mayoritasnya menggantungkan hidup pada lahan pertanian, namun masih terikat dalam bingkai hukum. Hak garap lahan pertanian merupakan sebuah aturan yang berbicara soal pertanian. Begitu pula dengan keahlian, Prof. Samadi yang berhubungan dengan peternakan. Tinjauan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama daging secara nasional. Kepakaran Prof. Samadi diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan peternakan di Indonesia. Sedangkan keahlian Prof. Usman Kasim, sebagai persiapan bagi para sarjana untuk mahir dalam bahasa Inggris. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, khususnya bahasa Inggris wajib dimiliki semua orang agar siap bersaing di pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Sejauh ini, jumlah total guru besar di Unsyiah mencapai 44 orang dengan bertambahnya tiga guru besar tersebut. Jumlah tersebut tersebar di Fakultas Ekonomi 6 orang, Fakultas Kedokteran Hewan 4 orang, Fakultas Hukum 5 orang, Fakultas Teknik 8 orang, Fakultas Pertanian 11 orang, FKIP 5 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2 orang, serta Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan berjumlah 3 orang,” sebutnya.
Pada acara tersebut, setiap guru besar yang dikukuhkan diberi kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan anggota senat serta hadiran yang hadir. Prof. Dr. Ilyas Ismail, S.H., M.Hum, yang tampil pertama kali, menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul, “Hak Garap sebagai Alternatif Hak atas Tanah dalam Upaya Pemerataan Pengusaha Tanah Pertanian”. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc, memaparkan orasi ilmiah dengan judul, “Kontribusi Ketahanan Pakan (Feed Security) dan Keamanan Pakan (Feed Safety) Terhadap Program Swasembada Daging Nasional dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Sementara itu, orasi ilmiah Prof. Dr. Drs. Usman Kasim, M.Ed bertajuk, “The Implementation of TOEFL Score as a Requirement for Script Examination at Syiah Kuala University”.