
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan Universitas Syiah Kuala bekerja sama untuk menyiapkan 1.000 test spesimen swab PCR Covid-19.
"Kita telah melakukan MoU dengan Laboratorium Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh untuk siapkan 1.000 test spesimen swab PCR Covid-19," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tenggara Jefri SKM MKM kepada Serambinews.com, Minggu (10/10/2020).
Dikatakan Jepri, test swab PCR Covid-19 itu, hanya digunakan untuk pasien yang benar-benar sakit dan memiliki gejala terpapar virus corona (Covid-19). Fungsi test swab PCR Covid-19 untuk mengetahui warga yang terpapar Covid-19. Biasanya test swab PCR Covid-19 dilakukan ketika ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang kemudian dilakukan tracing terhadap orang yang ada kontak dengan pasien positif Covid-19.
Makanya, lanjut Jepri, pihaknya hanya memesan 1.000/spesimen test swab PCR yang tanpa gejala dilakukan test swab PCR Covid-19. Menurut Kabid P2P Dinkes Agara, saat ini alat test swab PCR Covid-19 yang sudah terpakai oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh Tenggara mencapai 78 unit.
Menurut Jepri, untuk biaya pemeriksaan test swab PCR Covid-19 di Lab Unsyiah Banda Aceh sesuai kerjanya sebesar Rp 571.000/spesimen yang mereka alokasikan dari anggaran untuk penanganan Covid-19 di Aceh Tenggara (Refocusing) sebesar Rp 571.000.000.
Dia sebutkan saat ini yang perlu dilakukan bersama adalah lebih disiplin mengikuti protokol kesehatan (Protkes) Covid-19 dan mematuhi Perbup Aceh Tenggara tentang Protkes Covid-19.
"Jangan lupa memakai masker ketika berada di pusat pasar, warung-warung dan pusat keramaian lainnya di Kabupaten Tenggara, " imbuh.