Tim Pengabdian dari Universitas Syiah Kuala melakukan advokasi psikologi dan pembekalan keterampilan bagi ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak dari Covid-19 khususnya kaum perempuan. (Banda Aceh, 6 September 2020).
Adapun Tim Pengabdian Unsyiah ini merupakan para dosen Unsyiah yang berasal dari berbagai fakultas. Mereka adalah Dr. Muliati Usman, S.E., M.M. selaku ketua dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Fadhilah, M.Pd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Dahlia, S.Psi., M.Sc dari Fakultas Kedokteran.
Muliati menjelaskan, meluasnya penyebaran Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama sekali aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, dalam kehidupan sosial masyarakat, Covid-19 telah mengakibatkan gangguan psikologi berupa kecemasan berlebihan terhadap penularannya.
“Demikian juga dalam bidang ekonomi, kita dapat melihat bahwa di masa ini perekonomian masyarakat menjadi sulit berkembang,” ucapnya.
Selain itu, Murniati menilai, upaya untuk mencegah penyebaran virus dan menanggulangi dampak Covid-19 bukanlah semata-mata hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi turut menuntut peran serta semua elemen masyarakat. Untuk itulah, Tim Pengabdian Unsyiah berupaya untuk menganalisis secara kritis situasi yang terjadi di masyarakat saat ini dan memberikan kontribusi nyata.
“Kita berharap bisa mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi dampak Covid-19, melalui kegiatan penguatan terhadap kapasitas kaum perempuan (capacity building),” ujarnya.
Muliati menambahkan, di tengah kondisi pandemi seperti ini Tim Pengabdian Unsyiah memandang perlu adanya pendekatan strategis. Yaitu sebuah pendekatan yang mampu mengarahkan penguatan SDM perempuan pada usaha yang menempatkan mereka dalam ranah domestik (rumah tangga) dan publik (masyarakat).
Sebab ia menilai, keluarga memiliki kontribusi penting dalam pembangunan. Karena merupakan pondasi awal dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, yang menjadi indikator ketercapaian pembangunan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Maka peningkatan kualitas terhadap SDM perempuan di masa Covid-19 adalah penting. Mengingat para ibu memegang peranan utama di dalam keluarga dan masyarakat, sehingga perlu diberikan penguatan agar dapat berkiprah dalam pembangunan,” ujarnya.
Kegiatan Tim Pengabdian Unsyiah ini dilaksanakan di Gampong Tanjung Selamat, Kec. Darussalam, Kab. Aceh Besar pada 5 September 2020 di Kantor PKK Gampong Tanjung Selamat. Di sana mereka memberikan edukasi dan pembekalan keterampilan atau skill kepada para Ibu, yang merupakan Ibu-Ibu PKK, sebagai upaya dalam mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi Covid-19.
“Untuk memecahkan masalah ekonomi, maka Tim memberikan pembekalan yaitu keterampilan atau skill desain sulam masker sebagai upaya penguatan terhadap SDM perempuan,” ungkap Muliati.
Kegiatan seperti ini sangatlah penting, sebab penguatan ekonomi oleh perempuan dianggap mampu menumbuh kembangkan segenap kemampuan dan kepercayaan diri perempuan.
Dengan demikian, mampu menunjang kemandirian mereka guna memperkuat kapasitas kaum perempuan (capacity building), untuk membantu permasalahan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan peluang yang ada di masa Pandemi Covid-19.
Selain itu, Tim juga mencoba untuk memberikan advokasi psikologi kepada para Ibu tentang Covid-19, dan cara mengatasi masalah psikologis sebagai penguatan bagi mereka agar dapat memahami dampak psikologis akibat Covid 19.
“Kita juga memberikan pemahaman tentang cara mengatasi kecemasan yang berlebihan di tengah wabah Covid-19, sehingga mereka mampu mempersiapkan kesehatan mental keluarga dengan baik,” pungkas Muliati.