.jpg)
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melakukan studi banding ke Universitas Brawijaya (UB), Rabu (13/8). Kunjungan ini terbagi dalam dua tim. Tim pertama, Lembaga Penelitian Unsyiah (Syahabuddin, ST., Cut Rusmiati TB, S.Sos., Yusnidar, S.Sos., Karyadi, SE) mengunjungi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UB. Sedangkan tim kedua, Bagian Tata Usaha, Rumah Tangga, Hukum dan Tata Laksana Unsyiah (Dra. Cut Zulfah, Miswardi, A.Md., Hayatana, SE., Maria Ulfa) yang melakukan studi banding di Bagian Umum UB.
Perwakilan Lemlit Unsyiah, Syahabuddin, ST., menyampaikan, kedatangannya ke UB untuk melakukan perbandingan manajemen penelitian yang difokuskan pada kegiatan penelitian, manajemen keuangan, data publikasi, serta pemanfaatan IT di LPPM UB. “Mudah-mudahan dengan adanya studi banding ini bisa meningkatkan kinerja lembaga masing-masing,” katanya.
Di LPPM, rombongan diterima Sekretaris LPPM UB, Dr. Ir. Maftuch, M.Si. Maftuch menyampaikan, LPPM UB saat ini memiliki dua belas pusat penelitian dan tiga pusat pelayanan. Dalam hal pelayanan kepada masyarakat, saat ini UB sudah memiliki lima ratus UKM binaan.
“LPPM UB telah melakukan pendampingan kepada masyarakat dengan implementasi teknologi tepat guna seperti alat pembuatan kripik buah,” ungkapnya.
Sementara itu, tim kedua, yaitu Bagian Tata Usaha, Rumah Tangga, Hukum dan Tata Laksana Unsyiah diterima PLT Kepala Biro Umum dan Kepegawaian Ir. Lies Edhi Yuliani di ruang rapat gedung Rektorat lantai 4. Kepala Bagian Tata Usaha, Rumah Tangga, Hukum dan Tata Laksana Unsyiah, Dra. Cut Zulfah menyampaikan, kedatangan mereka untuk melihat secara langsung dan mempelajari sistem tata persuratan di UB.
“Tujuannya agar kami dapat mengembangkan sistem yang sudah kami terapkan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Disampaikan Lies, sistem persuratan di UB mulai beralih ke sistem digital atau paperless. “Untuk meningkatkan kompetensi SDM, kami mengirim mereka untuk mengikuti pelatihan persuratan, arsip, baik yang digelar Dikti maupun komersial. Setelah itu, Bagian Umum UB membagikan hasil pelatihan kepada seluruh fakultas dan unit di UB,” papar Lies.
Lies melanjutkan, UB secara periodik mengadakan pelatihan Tata Naskah Dinas. “Semakin SDM mengerti aturan naskah dinas, mereka akan semakin berhati-hati dalam penyusunan naskah berdasarkan hukum yang berlaku,” imbuhnya.
Kepala Bagian Umum UB, Drs. Kadri, M.M., menambahkan, UB masih perlu pembenahan sarana prasarana untuk pengarsipan. “Salah satunya, UB berencana membuat gedung pusat arsip agar pengelolaan arsip dapat lebih dimaksimalkan,” pungkasnya.[mr-be]
Sumber: www.prasetya.ub.ac.id