
Di Penghujung tahun 2019, menuju akhir program dari SPIRE Erasmus+ Project Strategic IP Management for R & I in Asian Higher Education pada Januari 2020, tim Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali ikut berpartisipasi pada salah satu dari rangkaian program SPIRE yaitu: International Conference Program Erasmus+: Strategic IP Management For Effective R&I In Asian Higher Education (SPIRE) pada tanggal: 28-29 November 2019, sebagai penyelenggara UTM Malysia dan mengambil tempat di Higher Education Leadership Academy (AKEPT), Lebuh Enstek, 71760 Bandar Enstek, Negeri Sembilan, Malaysia. Kegiatan ini merupakan konferensi internasional pertama yang diselenggarakan selama program Erasmus+ Project.
Pada kegiatan conference tim SPIRE Unsyiah membawakan tiga makalah yang berkaitan dengan IP management yang dibawakan oleh: Dr. Abdullah, Dr. Sri Walny Rahayu dan Zulfadhli, ST., MT., Ketiga pemakalah dari Unsyiah masing-masing mempresentasikan paper dengan judul masing-masing adalah 1). “Roles of IPR Center at Syiah Kuala University in Assisting Researcher in Innovation and Invention”, 2). “Aceh's Songs and Dances at Traditional Cultural Expressions and 3). Their Inheritance Legal System in Indonesia” and “Efforts to Improve Public Services to Increase The Number of IPRS In Higher Education’.

Selain Unsyiah kegiatan ini diikuti oleh 12 Universitas yang tergabung dalam SPIRE Erasmus Project (seperti: Agora, Spanyol; Turku, Finlandia; Unibo, Bologna; MU, Ceko; UTM dan MMU Malaysia, Chulalongkorn dan Burapha, Thailand; Mindanao dan Manila dari Philipina; serta ITS dan Unsyiah dari Indonesia), dan diharuskan mempresentasikan tiga buah peper, juga dihadiri oleh beberapa Universitas di Malaysia seperti UPM dan UTHM sebagai peserta. Acara yang dibuka oleh Prof. Dr. Shamsul Sahibuddin, Pro-Vice Chancellor, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) KL Campus, yang berlangsung 2 hari tersebut, diakhiri dengan pertunjukan seni tari dan makan malam bersama. Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc. selaku koordinator SPIRE project di Unsyiah menjelaksan bahwa pada saat koordinator meeting disepakati semua anggota yang tergabung dalam SPIRE membentuk konsorsium IP Management di tingkat ASEAN untuk keberlanjutan SIPRE yang berakhir tahun 2019. Keberlanjutan dari program ini akan dibicarakan selanjutnya pada pertemuan akhir SPIRE project yang akan di laksanakan oleh Universitas Phillipina, Manila pada bulan Januari 2020.