Universitas Lampung (Unila) mengutus tujuh delegasi untuk melakukan studi banding ke Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dalam rangka mempelajari strategi Unsyiah meraih akreditasi A. Kedatangan delegasi ini disambut langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsyiah, Dr. Hizir, Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsyiah, Dr. Ir. Marwan, dan Ketua Tim Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unsyiah, Dr. Syahrun Nur, S.Si., M.Sc di Balai Senat Unsyiah, Kamis (26/5).
Mereka yang hadir dari Unila adalah Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si (Wakil Rektor I Unila), Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si (Ketua LP3M), Warsono,Ph.D (Ketua LPPM), Dr. Lindrianasari, SE, M.Si.,Akt (Sekretaris LP3M), M. Komaruddin, MT (Kepala UPT. TIK), Elida Purba, Ph.D (Kepala Pusat Penjaminan Mutu/Ketua Borang AIPT), dan Sutikno, P.hd (Ketua Tim Kerja Rektor).
Prof Bujang Rahman menjelaskan, saat ini Unila termasuk salah satu dari 41 Universitas yang mendapatkan coaching dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengenai akreditasi. Oleh karena itu, Unila perlu mempelajari kiat-kiat Unsyiah dalam menghadapi asesor saat proses visitasi berlangsung.
“Karena kalau secara kualitas, Unsyiah dan Unila itu sama cerdasnya. Cuma kalau cerdiknya itu yang berbeda,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Dr Murhadi, ada beberapa hal menarik yang yang ada di Unsyiah, salah satunya prasarana di Unsyiah yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, Unsyiah juga terindeks oleh Scopus dengan hasil terbaik pertama di Pulau Sumatra. Belum lagi pusat studi Unsyiah yang sudah mencapai angka 27 unit.
“Jadi, kalau melihat semua kelebihan itu rasanya sangat wajar Unsyiah mendapatkan akreditasi A. Baru lihat video profil saja, kami sudah mendapat entry point-nya. Tayangan video profil Unsyiah yang menarik. Ruh atau aroma kehebatan Unsyiah langsung terasa ketika menyaksikan video profil tersebut,” papar Murhadi.
Wakil Rektor I Unsyiah mengungkapkan, secara teknis pengisian borang AIPT Unsyiah sebenarnya tidak ada yang istimewa. Hanya saja sebelum visitasi berlangsung, Unsyiah telah melakukan sosialisasi kepada semua civitasnya untuk memahami borang AIPT yang telah disusun dengan baik. Mulai dari pihak Rektor Unsyiah, dekan, sampai mahasiswa.
“Waktu itu kami memang bekerja sangat luar biasa. Semangat itu dibangun dengan moto keihklasan, kejujuran, dan kebersamaan. Semua tim bekerja keras siang dan malam. Rektor pun selalu terlibat aktif dalam mengawasi proses penyusunan borang dan kerja tim,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Karo Perencanaan dan Hubungan Masyarakat, Karo Kemahasiswaan dan Alumni, para Dekan Unsyiah, Kepala UPT TIK, Kepala UPT Perpustakaan, Kepala Humas Unsyiah, dan tim penyusun borang akreditasi Unsyiah.
Penulis : Ibnu Syahri Ramadhan
Editor : Reza Fahlevi