Duta Besar (dubes) Uni Eropa, Olof Skoog, beserta perwakilan negara Uni Eropa lainnya melakukan kunjungan singkat ke gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah di kawasan Ulee Lheue.
Kunjungan yang berlangsung Selasa siang kemarin (17/5) mendiskusikan program-program yang telah dilakukan TDMRC dalam memperkenalkan dan menyosialisasikan sistem informasi bencana di Aceh.
Perwakilan Uni Eropa menyambut baik langkah-langkah nyata yang telah dilakukan tim TDMRC selama ini. Langkah-langkah itu diwujudkan dalam berbagai program dan pengembangan skill kepada masyarakat agar mampu siaga dalam menghadapi bencana. Salah satunya adalah membentuk kurikulum bencana yang telah diterapkan di sekolah Lab School Unsyiah yang bekerja sama dengan NGO Jepang.
“Kurikulum bencana ini mampu menciptakan sikap siaga bencana bagi siswa. Ini dilihat dari respons yang cepat ketika terjadi gempa beberapa watu lalu,” ujar Ella Meilianda selaku manajer program TDMRC.
Selain itu, dalam paparannya di depan perwakilan Uni Eropa, Ella Meilianda juga menjelaskan konsep penyelamatan bagi masyarakat melalui sirine tsunami dan gedung escape building yang terletak di beberapa titik rawan bencana di Banda Aceh.
“Gedung ini menjadi tempat penyelamatan bagi masyarakat di pinggiran pantai yang mampu menampung sekitar sembilan ratus orang,” lanjutnya.
Perwakilan Uni Eropa yang terdiri dari negara Jerman, Swedia, United Kingdom, Denmark, dan Italia ini juga menyempatkan diri berkeliling gedung TDMRC yang menjadi gedung penyelamatan ketika bencana terjadi. Dijadwalkan juga, dalam menyambut sepuluh tahun tsunami Aceh Desember nanti, TDMRC akan menggelar beberapa kegiatan, seperti diskusi knowledge mitigasi bersama beberapa universitas dunia hingga lomba menulis tentang kebencanaan yang informasi lengkapnya bisa di akses di www.tdmrc.org.[fht-be]
Uni Eropa Berkunjung ke TDMRC Unsyiah
- Category: Kabar USK