Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali memperkuat kiprahnya di panggung internasional melalui partisipasi tujuh mahasiswa FK dalam program International Student Mobility 2026 di Kursk State Medical University (KSMU), Kursk, Rusia.
Program akademik yang berlangsung mulai 13 Juli hingga 10 Agustus 2026 tersebut, merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan, pengalaman klinis, serta kolaborasi internasional di bidang kedokteran.
Delegasi FK USK terdiri atas Muhammad Althaf Musyaffa, Salwa Keisha, Nadira Yasvina, Shyakilla Poetri Nugraha, Munira Hasanah, Nur Fatin Sama, dan Muhammad Ghazy Alfatin. Selama mengikuti program, para mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan akademik, pertukaran budaya, observasi sistem pendidikan kedokteran, hingga memperluas jejaring dengan mahasiswa dan sivitas akademika dari negara lainnya.
Kehadiran delegasi FK USK di Rusia mendapat sambutan hangat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow. Dalam momentum tersebut, para mahasiswa diterima secara resmi oleh Deputy Chief of Mission KBRI Moskow, Hartyo Harkomoyo, sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa Indonesia yang tengah menjalankan misi akademik di luar negeri.
Momen tersebut menjadi catatan bersejarah tersendiri karena delegasi FK USK disebut sebagai rombongan mahasiswa kedokteran Indonesia pertama yang memperoleh penyambutan resmi dari KBRI Moskow dalam rangka pelaksanaan program pertukaran mahasiswa di Rusia.
Penyambutan ini mencerminkan dukungan pemerintah Indonesia terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui diplomasi pendidikan dan kolaborasi internasional.
Keikutsertaan mahasiswa FK USK dalam program International Student Mobility 2026 juga merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam memperluas jejaring internasional dan mendukung pencapaian visi internasionalisasi pendidikan tinggi.
Program ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, yang turut mendorong terwujudnya kolaborasi akademik internasional sehingga membuka kesempatan bagi mahasiswa FK USK untuk mengikuti program mobilitas di Rusia.
Selama berada di Kursk State Medical University, para mahasiswa dijadwalkan mengikuti berbagai aktivitas akademik, di antaranya kuliah bersama dosen internasional, diskusi ilmiah, pembelajaran dan observasi di bidang surgery, serta observasi langsung terhadap tindakan operasi dan penanganan pasien di rumah sakit pendidikan pada dua minggu terakhir program.
Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan mengamati fasilitas pendidikan dan rumah sakit. Program ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi global dan pengalaman klinis mahasiswa, sekaligus membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas antara institusi pendidikan di Indonesia dan Rusia.
Partisipasi mahasiswa FK USK dalam International Student Mobility 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Aceh, mampu tampil sebagai representasi bangsa dalam forum internasional. Selain membawa nama baik Universitas Syiah Kuala, keikutsertaan mereka juga mempertegas komitmen FK USK dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.
Melalui pengalaman ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa Indonesia yang terdorong untuk mengikuti berbagai program akademik internasional sebagai bagian dari pengembangan kompetensi, diplomasi pendidikan, serta penguatan posisi Indonesia dalam jejaring pendidikan kedokteran dunia.