Universitas Syiah Kuala

TPHP USK Gelar SNPP 2026, Dorong Inovasi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), menggelar Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian (SNPP-TPHP) 2026 secara hybrid di Multi Purpose Room Fakultas Pertanian USK dan melalui platform Zoom Meeting, Selasa (29/9/2026).

Mengusung tema “Inovasi dan Rekayasa Proses Agroindustri Berbasis Sumber Daya Lokal Menuju Sistem Pangan Berkelanjutan”, SNPP-TPHP 2026 menjadi ruang diseminasi hasil penelitian dan pengabdian sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor pangan dan agroindustri.

Kegiatan yang merupakan penyelenggaraan tahun keenam ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Sabaruddin, M.Agr.Sc. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat menjawab kebutuhan pembangunan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan pembangunan di lapangan demi memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan pangan berkelanjutan,” ujar Prof. Sabaruddin.

Ketua Program Studi TPHP USK, Dr. Ir. Asmawati, S.TP., M.Sc., menyampaikan bahwa SNPP-TPHP merupakan bagian dari komitmen program studi dalam membangun budaya riset, mendorong hilirisasi produk pangan, serta memperluas jejaring akademik di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia SNPP-TPHP 2026, Dr. Zaidiyah, S.TP., M.Sc., melaporkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti 108 peserta dari berbagai institusi di Indonesia. Sebanyak 34 artikel hasil penelitian dan pengabdian dipresentasikan melalui sesi paralel yang dilaksanakan secara luring dan daring.

SNPP-TPHP 2026 menghadirkan tiga narasumber, narasumber pertama, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., MP., Kepala LPPM Universitas Jember sekaligus Ketua PP II PATPI, membahas pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk bernilai tambah.

 “Potensi sumber daya lokal harus dimanfaatkan dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai hasil penelitian di kampus, tetapi dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan industri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Aceh, Drs. Surya Rayendra, membahas kondisi konsumsi pangan masyarakat Aceh dan pentingnya diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.

Ia menyampaikan bahwa konsumsi beras masyarakat Aceh masih cukup tinggi, yakni mencapai 93,9 kilogram per kapita per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketergantungan terhadap kelompok pangan sumber karbohidrat, khususnya padi-padian.

Menurutnya, konsumsi umbi-umbian dan kacang-kacangan masih perlu ditingkatkan, sementara konsumsi pangan hewani serta sayur dan buah semakin mendekati komposisi ideal. Oleh karena itu, diversifikasi pangan berbasis B2SA atau Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman menjadi salah satu strategi dalam mendorong kemandirian pangan daerah.

Narasumber ketiga, Prof. Dr. Irfan, M.Sc., dosen sekaligus Guru Besar Program Studi TPHP Fakultas Pertanian USK, menyoroti pentingnya pembangunan industri sebagai bagian dari pengembangan sektor pertanian dan pangan.

Menurutnya, melimpahnya sumber daya pangan lokal belum secara otomatis menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat. Karena itu, sektor pertanian perlu didukung dengan pengembangan industri yang mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

“Langkah awal untuk membangun industri adalah menentukan lokasi, apakah berada di kawasan industri atau tidak,” jelasnya.

Prof. Irfan juga menekankan pentingnya memperhatikan tata ruang dan kawasan yang dilindungi dalam pengembangan industri. Perencanaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan kawasan peruntukan industri, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain seminar dan sesi presentasi penelitian, SNPP-TPHP 2026 juga dirangkaikan dengan Expo Student and Alumni Entrepreneurship.

Pameran tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan alumni TPHP USK untuk memperkenalkan berbagai produk olahan pangan inovatif hasil karya mereka. Produk yang ditampilkan memanfaatkan bahan pangan dan sumber daya lokal serta dikembangkan dengan pendekatan kewirausahaan.

Pada sesi paralel, berbagai hasil penelitian dan pengabdian turut dipresentasikan oleh akademisi dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Serambi Mekkah, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Politeknik Negeri Sambas, Universitas Brawijaya, Universitas Malikussaleh, dan Universitas Jambi.

Seminar ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diantaranya Dinas Kesehatan Aceh Besar, Dinas Pangan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, LPPOM MPU Aceh, BULOG Aceh, BPS, BPSMB Aceh, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Pusat Riset Halal USK.

Turut hadir perwakilan perguruan tinggi, antara lain Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Serambi Mekkah, perwakilan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, para ketua program studi di lingkungan Fakultas Pertanian USK, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.