TINGKATKAN MUTU PELAYANAN, UNSYIAH KEMBALI RAIH PENGHARGAAN ISO

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) meraih sertifikasi ISO (International Organization for Standardization) 9001:2015 yang diaudit oleh PT Decra Grup Indonesia. Penghargaan ini diberikan khusus kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah yang telah berhasil menerapkan standarisasi dan sistem manajemen mutu pelayanan perguruan tinggi.

Ketua LPPM Unsyiah, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si. M.Tech mengatakan, keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi lembaga yang dipimpinnya untuk terus meningkatkan pelayanan, efisiensi kerja, sistem organisasi, administrasi, dan tata kelola kerja lainnya.

 LPPM sebutnya, mulai fokus sertifikasi pada awal Juni lalu dengan menyiapkan usulan administrasi ISO. Proses audit berlangsung cukup alot pada 16-17 November lalu yang menghadirkan auditor Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng dan M. Ainum Najib, MM dari PT. Decra Group Indonesia yang juga perwakilan Management System Certification Global (MSC Global) Australia.

“Selama proses audit, kita telah berhasil menunjukkan bukti bahwa standar-standar dalam ISO telah dijalankan dengan efektif dan baik,” ujar Taufik, Selasa (15/12/2020).


Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengapresiasi keberhasilan LPPM yang berhasil meraih penghargaan ISO. Keberhasilan ini merupakan kado akhir tahun yang membanggakan sekaligus melengkapi penghargaan ISO yang telah diraih oleh lembaga dan biro lainnya di lingkungan Unsyiah. Ini juga menjadi bukti bagaimana keseriusan Unsyiah untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik secara berkelanjutan.

Ia berharap standarisasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi jaminan kualitas dan mutu pelayanan.

“Unsyiah sebagai institusi pendidikan harus menjadi contoh baik bagi masyarakat bagaimana memberikan pelayanan prima dan efektif,” ujar Rektor.

Sementara itu, Direktur PT Decra Grup Indonesia, Ir. Solichin Agung Darmawan mengatakan keberhasilan LPPM Unsyiah meraih ISO merupakan hal yang jarang terjadi di kampus lain. Sebab biasanya, standarisasi LPPM mengikuti standarisasi ISO yang diraih oleh universitas.

Ia menyebutkan, sertifikat ISO berlaku selama tiga tahun dan setiap tahunnya akan dilakukan audit ulang. Jika penerima ISO tidak memenuhi standarisasi pelayanan, maka pihaknya akan mencabut sertifikat tersebut. Untuk itu, dibutuhkan konsistensi, komitmen, dan semangat perubahan agar hal tersebut tidak terjadi. Ia juga berharap Unsyiah mampu mempertahankan ISO yang telah diraihnya. Ini menjadi tugas sekaligus tantangan yang harus dipertahankan.

“Harapannya sertifikat ini dapat membantu LPPM dan mendukung penelitian di Scopus dan Sinta, sehingga membuat Unsyiah semakin kuat dan menjadi serambi pendidikan di Indonesia,” pungkasnya. (Humas Unsyiah/fer)

Leave a Reply