Tim USK Raih Mendali Perak di Ajang WYIIA

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih medali perak di ajang berskala internasional yaitu World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2021. Ajang ini diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta, yang berlangsung secara daring, dimulai pada tanggal 17-21 Agustus 2021 dan diikuti oleh 450 tim yang berasal dari 35 negara dari seluruh dunia. 
Tim USK terpilih sebagai finalis dan berhak melaju ke babak penjurian dan mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri. Pada malam penutupan acara, berdasarkan hasil keputusan juri tim USK terpilih sebagai penerima medali perak.
Tim USK terdiri dari 5 orang yaitu Hafiz Akmal dari Prodi Agribisnis angkatan 2017, Hidayatullah dari Prodi Teknik Industri angkatan 2019, Muhammad Zaki Mubarak dari Prodi Ekonomi Pembangunan angkatan 2020, Putri Athaya Maulida dari Prodi Agribisnis angkatan 2018, dan Retika Septi Diana Utari dari Prodi Teknik Kimia angkatan 2019.
Tim ini dibimbing oleh Friesca Erwan, S.T., M.T., MprojMgt dan Raihan Dara Lufika, S.T, M.Sc, dan didukung oleh Atsiri Research Centre (ARC) PUI PT Nilam Aceh USK.
“Kami mendukung penuh kegiatan inovasi produk yang dilakukan mahasiswa pada kompetisi tingkat internasional ini. Selain menjadi pengalaman dalam ajang internasional, juga mendukung implementasi Kampus Merdeka Merdeka Belajar. Semoga dengan kegiatan ini dan pencapaian yang diperoleh, akan mendorong munculnya inovasi-inovasi produk mahasiswa dan memotivasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi,” kata Friesca Erwan, mewakili dosen pembimbing. 
Tim USK membawakan inovasi produk berjudul “Innovation of Paper Soap based on Molecular Distillation of Aceh Patchouli Oil for  COVID-19 Prevention”. Penelitian ini seluruhnya dilakukan di Atsiri Research Centre (ARC) PUI PT Nilam Aceh USK. Latar belakang dari penelitian ini adalah karena adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) demi mencegah penyebaran virus. 
Salah satu protokol kesehatan yang umumnya diterapkan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air. Namun, sering dijumpai masalah karena tempat mencuci tangan untuk digunakan secara publik sering kehabisan cairan sabun. Sementara penyediaan sabun batang atau cair secara pribadi sangat tidak praktis untuk dibawa selama bepergian. Karena itu, diperlukan sebuah solusi dan inovasi untuk mengatasi masalah ini.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan inovasi sabun berbentuk kertas paper soap) menggunakan minyak nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth) yang dihasilkan dari teknologi distilasi molekuler. Sabun kertas yang dihasilkan memiliki bentuk yang tipis, ringan, serta mudah dibawa dan digunakan. Kandungan minyak nilai terbukti efektif untuk melawan kuman dan bakteri karena kandungan anti-mikroba, anti-bakteri, antiseptik, anti-virus, dan antioksidan yang dimilikinya. 
Diharapkan, sabun kertas ini nantinya dapat diproduksi secara massal dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap sabun yang praktis untuk digunakan. Selain itu, produk ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penerapan prokes selama pandemi Covid-19.
“Inovasi pembuatan sabun kertas dari minyak nilam ini membuktikan bahwa inovasi produk turunan nilam sangat luas jangkauannya. Minyak Nilam dalam produk ini berfungsi sebagai anti bacteria dan anti virus sehingga memastikan bahwa sabun kertas ini bukan cuma efektif dan efisien dari segi fungsinya yg mudah dibawa dan larut di air tanpa residu, juga efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19,” timpal Ketua ARC USK, Syaifullah Muhammad. 
Kegiatan ini didukung oleh Malaysia Innovation Invention and Creativity Association (MIICA)  Malaysia,  Alpha  Science  Educational  Project  Turkey,  MILSET  Asia, Societatea Stiintifica,  Cygnus  –  Centru  UNESCO  Romania,  I-FEST2  Tunisia,  Daily Center Association “Doza Srekja” – Skopje RN Macedonia, BUCA IMSEF Turkey, dan Moroccan Science Admirers.

Leave a Reply