Universitas Syiah Kuala

TIM PKM SAHABAT USK Hadirkan Ruang Aman dan Bermakna bagi Anak-Anak Terdampak Bencana

Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) SAHABAT Universitas Syiah Kuala (USK) terus menghadirkan ruang aman, ceria, dan bermakna bagi anak-anak terdampak bencana Senyar Aceh melalui rangkaian kegiatan pembelajaran darurat dan pendampingan psikososial.

Tim PKM SAHABAT USK melaksanakan kegiatan Belajar Membaca Bersama bagi anak-anak Sekolah Dasar kelas 1–3 di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini difokuskan untuk membantu anak-anak kembali mengenal suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menjaga keberlanjutan proses literasi di tengah kondisi pascabencana.

Ketua Tim PKM SAHABAT USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pemulihan emosi dan psikososial anak.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, ceria, dan dihargai. Melalui pembelajaran darurat dan kegiatan psikososial ini, kami ingin menghadirkan kembali rutinitas belajar yang menyenangkan sekaligus membantu mereka pulih secara emosional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas disiplin dan dukungan relawan, PKM SAHABAT USK berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak terdampak bencana, memastikan hak mereka untuk belajar, bermain, dan tumbuh dengan penuh harapan tetap terjaga di tengah proses pemulihan pasca bencana Senyar Aceh.

kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan psikososial bertema “Playdough Kenangan Baik”. Melalui aktivitas bermain dan berkreasi, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan, mengolah pengalaman pascabencana, serta membangun kembali rasa aman dan percaya diri. Proses psikososial ini turut didampingi oleh Tim Relawan Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berkolaborasi bersama Tim SAHABAT USK di Pidie Jaya.

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, Tim PKM SAHABAT USK juga menuntaskan Pembelajaran Darurat hari ke-8 dengan mengusung tema “Aku Tangguh”. Tema ini dirancang untuk menumbuhkan ketahanan mental, semangat belajar, serta rasa optimisme anak-anak agar tetap percaya diri menghadapi situasi sulit pascabencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang dilaksanakan oleh Universitas Syiah Kuala, didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program PKM yang diketuai oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, ini berjudul judul “Program SAHABAT: Pendidikan Darurat, Kesiapsiagaan, Pendampingan Psikososial, dan Logistik Bergizi bagi Anak di Wilayah Terdampak Siklon Tropis Senyar Tahun 2025 di Provinsi Aceh.”

Selain itu, PKM Sahabat USK menyalurkan Educational Learning Kit (ELK) berupa tas sekolah berisi perlengkapan alat tulis kepada peserta didik terdampak banjir.

“Kami menyiapkan dan merakit sendiri tas belajar ini agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak-anak di lapangan. Kami ingin mereka bisa langsung belajar, menulis, dan menggambar tanpa harus menunggu sekolah kembali pulih,” ujar Ruliani, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim Logistik PKM Sahabat USK.

Melalui pembelajaran darurat dan penyaluran ELK ini, PKM Sahabat USK berharap anak-anak terdampak banjir di Pidie Jaya dan Bireuen tetap mendapatkan ruang belajar yang aman, menyenangkan, serta mampu menjaga semangat mereka untuk kembali bersekolah saat kondisi memungkinkan.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/