Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) Universitas Syiah Kuala (USK)melaksanakan audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA,) untuk memaparkan program pengembangan wisata edukasi bencana dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat yang telah dilaksanakan di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Audiensi dipimpin oleh Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng selaku Ketua Tim PKM-BGB, serta didampingi oleh mahasiswa pelaksana program, dan diterima langsung oleh Fazli, Seksi Kesiapsiagaan pada Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA beserta jajarannya di Kantor BPBA Provinsi Aceh.
Gampong Lamreh yang terletak di pesisir Samudra Hindia merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana alam. Kondisi geologi kawasan yang terdiri dari sedimen klastik, material vulkanik, batu pasir berkapur, dan breksi vulkanik disertai rekahan dan patahan akibat pelapukan menunjukkan potensi longsor.
Kemudian Lamreh dilintasi oleh sesar aktif dan berada di zona subduksi Lempeng Indo-Australia, yang berpotensi rentan terhadap gempa bumi dan tsunami. Kondisi geografis ini menempatkan masyarakat dan potensi wisata di Gampong Lamreh dalam kerentanan terhadap bencana.
Freddy mengatakan, Gampong Lamreh memiliki potensi wisata yang sangat beragam, namun sekaligus berada di zona rawan bencana. Oleh karena itu, program PKM-BGB yang mereka laksanakan tidak hanya fokus pada pengembangan ekowisata, tetapi juga secara khusus mengintegrasikan aspek kebencanaan melalui edukasi mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami melihat bahwa kerentanan terhadap bencana ini justru dapat ditransformasikan menjadi aset edukatif melalui konsep wisata edukasi kebencanaan,” papar Freddy.
Salah satu inovasi utama program ini adalah pengembangan aplikasi “Explore Lamreh” yang dilengkapi dengan Fitur Kebencanaan sebagai bagian dari empat fitur utama aplikasi. Fitur Kebencanaan menyediakan informasi terkini untuk empat kategori bencana utama yang relevan dengan kondisi Gampong Lamreh. Fitur Kebencanaan dalam aplikasi dirancang untuk memberikan informasi yang mudah dipahami kepada masyarakat dan wisatawan. Aplikasi ini juga telah mengintegrasikan data kebencanaan ke dalam Peta Sistem Informasi Geografis (SIG) yang telah dikembangkan.
Fazli, Seksi Kesiapsiagaan pada Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA memberikan apresiasi tinggi atas program inovatif yang telah dilaksanakan. “Kami sangat mengapresiasi upaya tim PKM-BGB USK yang telah mengintegrasikan aspek kebencanaan dalam pengembangan ekowisata di Gampong Lamreh. Pendekatan ini sangat sejalan dengan visi BPBA untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana di Aceh. Edukasi kebencanaan yang dikemas dalam konsep wisata edukasi merupakan strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan literasi bencana tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi wisatawan yang berkunjung,” ujarnya.
BPBA mendukung keberlanjutan program pengembangan wisata edukasi bencana di Gampong Lamreh. BPBA juga mendukung jika Gampong Lamreh dikembangkan sebagai desa wisata yang tangguh bencana, karena Gampong Lamreh memiliki potensi besar untuk menjadi model desa tangguh Bencana yang sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi bencana. Ini merupakan kombinasi yang unik dan sangat relevan dengan kondisi geografis Aceh yang rawan bencana.
“Dengan dukungan BPBA, kami optimis bahwa Gampong Lamreh tidak hanya akan berkembang menjadi destinasi ekowisata yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi model desa wisata yang tangguh bencana.