Tim Malem Diwa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih dua penghargaan pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur, 1–4 Oktober 2026.
Dari kompetisi yang mempertemukan puluhan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tim Malem Diwa berhasil membawa pulang dua penghargaan melalui dua kendaraan andalannya, Janagaru dan Dalikha.
Janagaru meraih Harapan 1 kategori Urban Concept Bensin, sementara Dalikha memperoleh penghargaan Best K3 Practice kategori off-track.
Dua penghargaan tersebut bukan sekadar hasil akhir dari sebuah kompetisi. Di balik capaian itu terdapat rangkaian persiapan, evaluasi, pengembangan kendaraan, hingga berbagai tantangan yang harus dilalui bersama oleh seluruh anggota tim.
Dosen Pendamping Tim Malem Diwa USK, Ir. Muhammad Tadjuddin, S.T., M.Eng.Sc., mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari proses persiapan yang dilakukan secara bertahap, disertai evaluasi dan kerja sama seluruh anggota.
“Hasil yang diraih di KMHE 2026 merupakan buah dari proses persiapan, evaluasi, dan kerja sama seluruh anggota tim. Kami berharap pengalaman selama kompetisi ini dapat menjadi bekal bagi tim untuk terus melakukan pengembangan dan memberikan prestasi yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
KMHE 2026 diikuti 64 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 43 tim berlaga pada kategori Prototype dan 21 tim pada kategori Urban Concept, dengan total 512 anggota tim inti.
Kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan kendaraan dalam mencapai efisiensi energi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi kendaraan, performa, serta keselamatan kerja.

Bagi Tim Malem Diwa, proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran mahasiswa. Muhammad Tadjuddin menilai keikutsertaan dalam kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada hasil perlombaan.
Menurutnya, pengalaman selama proses persiapan hingga kompetisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengembangkan teknologi kendaraan hemat energi sekaligus membangun kemampuan bekerja secara profesional dalam sebuah tim.
Hal serupa disampaikan Manager Tim Malem Diwa, Imam Mahrizal. Menurutnya, persiapan menuju KMHE 2026 berlangsung cukup panjang dan diwarnai berbagai tantangan.
“Persiapan menuju KMHE 2026 cukup panjang dan banyak tantangan yang kami hadapi. Penghargaan yang kami dapatkan menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh anggota, tetapi yang paling penting adalah pengalaman dan proses yang kami lalui bersama sebagai sebuah tim,” katanya.
Salah satu pencapaian Malem Diwa tahun ini datang bukan dari performa kendaraan di lintasan, melainkan dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Dalikha memperoleh penghargaan Best K3 Practice kategori off-track. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja selama kompetisi, khususnya di area paddock.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa dalam kompetisi kendaraan hemat energi, kemampuan teknis bukan satu-satunya aspek yang diperhatikan. Cara tim bekerja serta upaya memastikan keselamatan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi juga menjadi bagian penting.
Sementara itu, Janagaru menunjukkan kemampuan kompetitifnya pada kategori Urban Concept Bensin dengan meraih Harapan 1. Kendaraan tersebut dikembangkan dengan fokus pada efisiensi energi sekaligus optimalisasi performa mesin.
Dua penghargaan tersebut datang dari dua sisi yang berbeda, tetapi sama-sama menggambarkan proses yang dijalani Tim Malem Diwa, yakni pengembangan teknologi dan kedisiplinan dalam bekerja.
Di balik dua penghargaan tersebut terdapat 18 anggota Tim Malem Diwa yang terlibat langsung dalam persiapan dan pelaksanaan KMHE 2026.
Mereka adalah Imam Mahrizal, Naufal Fuqan, Mirza Aziz, Rahmad, Rifqi Muammar, Hafizul Hanif, Khairul Khalis, Wira Pratama, M. Farihin Dimas A, Muhammad Yusuf, Ridho Satria, Andreas Bakti S, Putri Tasmita, M. Aftian Dzikri, Bustanul, Almushawwirun, M. Zaki Al Hudri, dan Ihda Zulfikar Sofna.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa capaian sebuah kendaraan di arena kompetisi merupakan hasil kerja kolektif. Ada proses perancangan, persiapan, evaluasi, pengembangan, hingga penerapan keselamatan yang dilakukan secara bersama sebagai sebuah tim.
Perjalanan Malem Diwa di KMHE 2026 juga mendapat dukungan dan fasilitasi Universitas Syiah Kuala selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Dukungan tersebut diberikan antara lain oleh Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM, bersama Dr. Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta Dekan Fakultas Teknik USK Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Bagi USK, capaian ini bukan hanya tentang dua penghargaan yang dibawa pulang dari Jawa Timur. Lebih dari itu, perjalanan Tim Malem Diwa menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan riset, rekayasa, kerja sama tim, dan penerapan keselamatan kerja.
Dari Janagaru dan Dalikha, kerja keras mahasiswa USK kembali menemukan panggungnya di tingkat nasional. Usai kompetisi, perjalanan itu belum selesai. Dua penghargaan tersebut menjadi pengalaman sekaligus pijakan bagi Tim Malem Diwa untuk terus mengembangkan kendaraan hemat energi dan membawa inovasi mahasiswa Aceh ke kompetisi berikutnya.