
Kepala Dinas Pendidikan Simeulue, Rasmidin, S.Pd mengundang tiga dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk membekali para guru bidang studi tingkat SMP untuk menerapkan konsep pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) di kelasnya.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Cabang Dinas Simeulue, 9-10 November 2019. Dosen yang diundang itu adalah Drs. Denni Iskandar, M.Pd (Bahasa Indonesia), Dr. Iskandar Abdul Samad, MA (Bahasa Inggris), dan Drs. Soewarno, S. M.Si (Fisika).
HOTS merupakan sebuah konsep pembelajaran abad 21 yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didik Indonesia untuk mampu menghadapi berbagai tantangan di era 4.0 ini. Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berfikir kritis dan menyelesaikan persoalan, kreatif dan inovatif sangat perlu dimiliki oleh setiap anak didik kita sebagai bekal dalam kehidupan saat ini.
“Guru bertanggung jawab terhadap keberhasilan siswanya dalam menjawab soal-soal HOTS yang terdapat pada UNBK. Oleh karenanya, proses pembelajaran yang diterapkan di kelas harus mengacu pada konsep HOTS itu,” tutur Rasmidin.
Drs. Denni Iskandar, M.Pd, narasumber Bahasa Indonesia, dalam paparannya menyatakan bahwa konsep pembelajaran HOTS sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan di dalam kelas.
“Penerapan konsep HOTS sangat beralasan untuk diterapkan di dalam kelas, dengan asumsi bahwa siswa akan mudah untuk mengerjakan soal dibawahnya jika mereka sudah memiliki kemampuan HOTS”, ujar kandidat Doktor ini.
Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, narasumber Bahasa Inggris, di depan para guru memaparkan bahwa konsep HOTS mengarahkan siswa untuk memahami suatu informasi dengan menggunakan penalaran.
“Konsep HOTS mengarahkan siswa untuk dapat memahami suatu informasi melalui kemampuan analisis, evaluasi, dan mengkreasi, jadi bukan hanya sekedar mengingat kembali/recall informasi”, ujar Dr Iskandar.
Lebih lanjut ia sampaikan bahwa sering terjadi miskonsepsi di kalangan para dosen dan guru dalam membedakan antara soal HOTS dan soal sulit.

“HOTS tidak berarti soal yang diberikan itu lebih sulit daripada soal recall, melainkan soal yang disajikan itu menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, evaluasi dan mengkreasi”, tutup Dosen Unsyiah ini.
Drs. Soewarno, S. M.Si, narasumber Fisika, mengapresiasi Dinas Pendidikan Simeulue atas terlaksananya training HOTS ini.
“Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan Simeulue yang memberi perhatian kepada para guru bidang studi untuk menerapkan konsep HOTS pada tingkat SMP di seluruh kabupaten ini”, tutur Soewarno.
Hadir di acara ini Kepala Dinas Pendidikan Simeulue, Rasmidin, S.Pd, Kepala seksi, Jasri, Alfian, S.AB, Dr. Duskri, M.Kes, pakar HOTS dari UIN-Arraniry Banda Aceh, dan para guru Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Fisika dari seluruh daerah di kabupaten Simeulue.