Universitas Syiah Kuala

Tiga CEO Nasional Bakar Semangat Wirausaha di Unsyiah

WARTA UNSYIAH – Tiga pengusaha muda nasional hadir di Unsyiah dalam rangka memberi motivasi bagi mahasiswa Unsyiah untuk membuktikan diri mampu menjadi pengusaha muda. Mereka adalah 3 CEO nasional, yaitu Bayu Priawan Djokosetono (CEO Bluebird Group), Bahlil Lahadalia (CEO Rifa Capital), dan Andhika Anindyaguna (CEO Sugih Energy). Acara tersebut berlangsung pada Senin (29/12) di gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Acara ini merupakan agenda dari HIPMI Goes to Campus yang digagas oleh Himpunan Pengusaha Muda (HIMPI) Aceh bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala. HIPMI Goes to Campus adalah upaya untuk merekrut dan membina jiwa bisnis anak-anak muda terutama mahasiswa di Aceh. Tiga CEO nasional tersebut memotivasi para saudagar muda Aceh untuk terlibat dalam membangun negeri.

Bayu Priawan Djokosetono yang merupakan bos dari perusahaan taksi ternama nasional yaitu Bluebird Grup memaparkan bahwa kejujuran adalah kunci utama dalam berusaha. Kejujuran penting dalam memberikan kepercayaan kepada konsumen.

“Kunci utama dalam berusaha adalah kejujuran dan dari kejujuran itu akan lahir kepercayaan bagi konsumen maupun mitra usaha,” ungkapnya.

Ditambahkan bahwa semua orang perlu dilibatkan dalam menjalankan usaha, termasuk karyawan-karyawan yang bekerja pada skala teknis yang kecil.

“Karyawan termotivasi bukan hanya karena uang, tapi karena penghargaan lain dan diajak diskusi untuk membangun perusahaan. Melibatkan mereka bukan karena uang semata, tapi sebagai keluarga besar. Sehingga itu menjadi usaha bersama,” bebernya.

Pemateri lainnya, Andhika Anindyaguna yang merupakan CEO Sugih Energy membeberkan bahwa pengusaha muda Aceh harus mampu menjadi pelaku di negeri sendiri, tidak hanya menjadi konsumen produk.

“Kita harus jadi pelaku, tidak hanya menjadi penonton,” tegasnya disambut hangat para peserta yang mayoritas ratusan mahasiswa Unsyiah.

Andhika turut memberikan tips kepada mahasiswa, bahwa dibutuhkan 5K dalam berbisnis atau juga menjadi pengusaha, karena butuh proses untuk mendapatkan hasil yang gemilang.

“Yang pertama adalah dengan kecerdasan, bisnis harus dijalankan dengan memahami potensi daerah. Kedua kesabaran, bisnis itu prosesnya bertahap karena kita juga menghadapi kegagalan dan kesulitan. Berikutnya pengusah juga harus mempunyai keberanian, tidak mungkin menjalankan usaha tanpa punya mental yang kuat, keempat adalah harus adanya keuletan dengan ditekuni usaha tersebut bisa berkembang secara kontinyu, dan terakhir adalah keikhlasan, apapun yang kita lakukan harus ikhlas, sehingga kita akan nyaman dengan kondisi kita,” paparnya

Menjadi pemateri berikutnya, Bahlil Lahadalia yang merupakan putra asli tanah Papua membeberkan kesuksesannya memimpin perusahaan Rifa Capital dari awal berdiri sampai menjadi salah satu perusahaan top di Indonesia. Menurutnya menjadi pedagang atau saudagar adalah suatu pekerjaan yang mulia.

"10 pintu rezeki, salah satu di antaranya adalah berdagang. Saya mengajak anak muda Aceh untuk mulai berdagang. Ketika wirausaha sudah semakin maju, indeks pembangunan meningkat. Tapi jika birokrasi sebuah negara lebih dominan, maka sektor pembangunan menurun,” ujarnya.

Bahlil juga memaparkan bahwa usaha yang dijalani tidak harus melulu berpijak pada modal, memang modal adalah penentu suksenya usaha, tapi usahawan muda juga harus cerdas dalam memenej usaha yang sedang ditekuninya.

"Menjadi pengusaha tidak harus berpikir punya modal banyak. Kita harus cerdas, jadi kampus adalah lembaga penyedia mahasiswa yang cerdas. Kedua, harus punya mimpi, lalu ketiga bekerja keras, keempat adalah membangun jaringan yaitu dengan bergabung di organisasi, terus harus adanya komitmen, jangan pernah merasa puas,” papar Bahlil.

Salah seorang mahasiswa Unsyiah yang menjadi penanya dalam sesi diskusi langsung dihadiahkan modal usaha Rp. 10 juta oleh Bahlil. Bahlil mengaku tersentuh dengan pernyataan mahasiswa tersebut yang mengaku telah memulai usaha dan kesulitan modal, serta tidak mau berurusan dengan uang riba dari Bank.

Sementara itu, rektor Unsyiah Samsul Rizal yang menyambut baik acara ini dan berterima kasih kepada HIPMI Aceh karena sudah berbagi dan memotivasi mahasiswa Unsyiah dengan menghadirkan 3 CEO Nasional ternama.

“HIPMI menjadi organisasi baik bagi mahasiswa. Karena HIPMI mengajarkan bahwa untuk menjadi pengusaha adalah pada usia maksimal, yaitu sebelum usaha mencapai 40 tahun. Ini penting di usia yang masih muda, mereka harus menjadikan setiap tantangan sebagai peluang,” harapnya

Sementara Yudi Syukran yang menjadi ketua panitia berharap bahwa kampus Unsyiah bisa menjadi basis utama untuk melahirkan para enterpreneur muda di masa depan. Apalagi sekarang telah dibentuk HIPMI perguruan tinggi, dan ketuanya adalah Nazruddin yang juga salah satu pengusaha muda sukses serta masih mahasiswa di Unsyiah.

HIPMI Goes to Campus turut dihadiri oleh Ketua UKM Center Fakultas Ekonomi Unsyiah, Iskandarsyah Majid yang baru-baru ini mendapat prestasi tingkat nasional dalam membina para pengusaha muda Aceh, sejumlah Pengurus HIPMI Pusat, hadir pula Furqan Firmandez Ketua Umum HIPMI Aceh, dan Ketua HIMPI Perguruan Tinggi Nazaruddin. [mrt]

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/