“Ini adalah tahun terakhir mahasiswa bisa diwisuda tanpa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mulai tahun depan, semua mahasiswa baru bisa diwisuda setelah mengikuti KKN.”
Itulah pernyataan Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan, Prof. Dr. Husni Jalil, M.Hum., saat membuka kegiatan pembekalan KKN di AAC Dayan Dawood pada Senin, 17/11. Sebelumnya, mahasiswa yang sudah menyelesaikan ujian akhir (sidang skripsi), diberikan kelonggaran untuk tidak mengikuti KKN. Namun, KKN semakin dianggap penting untuk diikuti oleh seluruh mahasiswa. Husni mengatakan, selain belajar di dalam ruang kuliah, mahasiswa juga dituntut untuk mampu merealisasikan ilmunya secara nyata. KKN membawa mahasiswa ke dalam masyarakat langsung, dan di sanalah mereka akan melakukan berbagai hal yang berdampak bagi masyarakat.
Salah satu pemateri dalam pembekalan, Prof. Dr. Nasir Azis, S.E., M.B.A., mengatakan bahwa mata kuliah KKN sangat penting dijalankan oleh semua perguruan tinggi. KKN ini diharapkan dapat membawa pembaharuan di bidang pembangunan.
“Dalam KKN, mahasiswa ditantang untuk menangani masalah yang terjadi dalam masyarakat.” Namun, sebelum itu, tambahnya, mahasiswa juga harus memahami kondisi sosial dan kultur yang ada di dalam masyarakat itu.
Di sini mereka juga akan dilatih untuk mampu berbaur dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
Selain itu, pemateri juga langsung didatangkan dari lokasi KKN yang akan dituju karena merekalah yang mengetahui kondisi real di lapangan, yakni tim dari Kota Sabang dan Pemkab Pidie Jaya.
KKN periode ke-8 tahun 2014 ini diikuti oleh 1.500 mahasiswa, 80 di antaranya berasal dari kampus di luar Unsyiah. KKN juga dilaksanakan di Kota Sabang, dan sebanyak empat puluh mahasiswa internasional akan ditempatkan di sana. Ke-1.500 mahasiswa itu akan dibimbing oleh 43 orang dosen pembimbing lapangan. KKN periode ke-8 ini akan dilaksanakan pada 11 Januari sampai 10 Februari 2015 nanti.[un-be]