Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Kelompok 36 Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat melalui program penanaman 50 bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di kebun belakang Gedung Serbaguna Gampong Lambada, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (30/7/2026).
Program ini merupakan inisiatif tambahan di luar program utama KKN Literasi yang berfokus pada penguatan literasi masyarakat. Kegiatan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang menginginkan mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan perpustakaan desa, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Literasi Kelompok 36, Ratna Idayati, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa penanaman TOGA merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat.
“Program ini sebenarnya merupakan program kerja tambahan di luar tema utama KKN Literasi. Masyarakat berharap mahasiswa dapat berbaur dan berbuat bersama warga, tidak hanya membenahi perpustakaan desa, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama Keuchik Gampong Lambada menanam berbagai jenis tanaman obat dan tanaman produktif, seperti jahe, kunyit, temulawak, jeruk purut, kumis kucing, sirsak, pala, serta sejumlah tanaman lainnya. Beragam tanaman tersebut dipilih karena memiliki khasiat sebagai obat tradisional sekaligus berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga.

Keuchik Gampong Lambada, Edi Feirizal, mengapresiasi semangat dan kekompakan mahasiswa KKN Literasi USK dalam merealisasikan program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau menurut saya kinerja kalian ini sangat bagus karena kalian begitu kompak dalam melaksanakan program yang sudah kalian kerjakan hari ini. Semoga program penanaman TOGA ini bermanfaat, bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk masyarakat Gampong Lambada,” katanya.
Ia berharap kebun TOGA tersebut dapat dirawat secara bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, baik sebagai sumber tanaman obat maupun sebagai upaya memperindah lingkungan desa.
Apresiasi juga datang dari salah seorang pemudi Gampong Lambada, Alivia Anjali, yang menilai keberadaan kebun TOGA akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Sangat penting karena sangat bermanfaat bagi warga di sini. Apabila ada yang sakit bisa langsung ke sini mengambil tanamannya,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan. Diharapkan, kebun TOGA yang telah dibangun dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat Gampong Lambada sebagai warisan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan warga.