Universitas Syiah Kuala

SPs USK dan Mata Garuda Aceh Dampingi Peserta Hadapi Seleksi Wawancara LPDP

Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Mata Garuda Aceh menggelar workshop dan sharing session bertajuk “Droe keu Droe: Kupas Tuntas Beasiswa LPDP: Strategi, Tips dan Trik, Mock-Up, dan Persiapan menuju Seleksi Substansi” di ruang Mini Theater Lantai 2 Gedung Utama SPs USK, Banda Aceh, Selasa (21 April 2026).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 45 peserta dari seluruh Aceh yang telah lulus tahap administrasi dan akan menghadapi seleksi substansi (wawancara) pada awal Mei 2026 secara daring.

Direktur SPs USK, Prof. Dr. Hizir, yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik SPs, Dr. Muhammad Ikhsan Sulaiman, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya di Aceh. Ia menyampaikan bahwa kualitas tenaga kerja terampil di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama pada level pendidikan magister dan doktoral.

“Bonus Demografi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa pengembangan talenta melalui pendidikan tinggi dan riset. Saat ini terdapat sekitar 4.000 kursi beasiswa LPDP yang masih belum terisi, dan ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh putra-putri Aceh,” ujar Prof. Hizir.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dikelola SPs USK sebagai bentuk komitmen dalam mendorong peningkatan jumlah penerima beasiswa LPDP dari Aceh. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman bagi calon awardee yang ingin melanjutkan studi pada jenjang magister dan doktoral, termasuk di lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Koordinator Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS) SPs USK, Dr. Muhammad Aulia, M.TESOL., M.A., menyampaikan bahwa Aceh saat ini berada pada peringkat ke-10 sebagai provinsi dengan jumlah penerima beasiswa LPDP terbanyak di Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa Banda Aceh berhasil mempertahankan posisi kedua dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tingkat kota secara nasional.

“Meski capaian ini patut diapresiasi, masih diperlukan upaya serius untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah lain seperti Subulussalam, Simeulue, dan Aceh Barat Daya agar pembangunan lebih merata,” ujarnya.

Ketua Mata Garuda Aceh, Wildan Sani Rasyid, S.Pd.I., M.Ed., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara komprehensif, termasuk menghadirkan sesi mockup wawancara untuk melatih kesiapan peserta menghadapi seleksi substansi.

“Setiap peserta akan mengikuti simulasi wawancara agar lebih siap secara mental dan substansi. Seleksi wawancara dijadwalkan dalam dua minggu ke depan, sehingga persiapan matang menjadi kunci keberhasilan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menempuh studi di luar negeri, seperti Fadli Nora Iranda (Inggris), Nadya Shifani (Inggris), Zahra Amalia (Jepang), serta alumni yang sedang menempuh studi di dalam negeri, Hikmat Maswara (Indonesia). Para narasumber berbagi pengalaman, strategi, serta kiat sukses dalam menghadapi tahapan seleksi LPDP.

Wildan menegaskan bahwa kegiatan serupa perlu terus diperluas jangkauannya agar semakin banyak putra-putri Aceh yang mampu mengakses pendidikan tinggi berkualitas melalui beasiswa LPDP.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir lebih banyak awardee dari Aceh yang nantinya berkontribusi dalam pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.