Universitas Syiah Kuala

Sinergi Kemensos USK Perkuat Perlindungan Sosial dan Bencana di Aceh

Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) memperkuat sinergi strategis dengan Universitas Syiah Kuala (USK) dalam upaya memperluas akses pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan mitigasi kebencanaan di seluruh wilayah Aceh.

Direktur Jenderal Linjamsos Kemensos, Agus Zainal Arifin, menjelaskan bahwa Kemensos saat ini tengah mendorong optimalisasi program Sekolah Rakyat, baik pada skema rintisan maupun permanen, yang akan didukung penuh melalui pembiayaan oleh pemerintah pusat. Program ini diarahkan agar seluruh kabupaten/kota di Aceh memiliki sekolah rintisan yang layak dan terevitalisasi.

“Kami sarankan semua kabupaten punya rintisan dan direnovasi. Semua nanti gratis,” tegas Agus.

Menurutnya, program ini akan diperluas mencakup pemberdayaan orang tua penerima manfaat. “Orang tuanya juga akan diberikan program pemberdayaan, sehingga tuntas di anaknya, tuntas juga di orang tuanya,” ujarnya.

Kemensos telah memiliki data lengkap keluarga penerima manfaat di seluruh kabupaten/kota di Aceh melalui basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan telah menjalin MoU dengan Kemendikbudristek untuk memperkuat integrasi data pendidikan demi mendukung ketepatan sasaran program ini.

Agus menambahkan bahwa kolaborasi dengan USK sangat krusial, bukan hanya dalam pendampingan teknis di lapangan, tetapi juga dalam memanfaatkan potensi kreatif mahasiswa untuk program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kampus punya anak-anak kreatif. Ini bisa diberdayakan sesuai kebutuhan masyarakat. Kami juga akan mengajak para bupati dan wali kota untuk bergerak bersama USK menjalankan program ini demi kemajuan daerah,” ungkapnya.

Selain fokus pada pendidikan dan pemberdayaan, Kemensos juga menekankan pentingnya penguatan Kampung Siaga Bencana (KSB). Dalam skema ini, Kemensos berkomitmen mendukung pendirian shelter, dapur umum, dan fasilitas penanganan darurat lainnya.

“Saya tetap komitmen sesuai kewenangan kami, terutama untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat melalui KSB,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyambut baik kolaborasi tersebut, menilai bahwa kerja sama ini akan mempermudah berbagai proses verifikasi program sosial, terutama pendataan penerima KIP Kuliah agar lebih tepat sasaran.

“Kami berterima kasih telah melibatkan USK. Dengan ini pendataan atau verifikasi KIP Kuliah bisa lebih mudah dan akurat,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Marwan menjelaskan bahwa USK siap menyinergikan program yang dimiliki, seperti kewirausahaan mahasiswa dan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). USK bahkan tengah merencanakan pengalihan lokasi KKN dari wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar menuju daerah terdampak bencana untuk membantu pemulihan awal, khususnya dalam penyediaan sumber air bersih.

“Kita nanti coba lihat sumber air agar tahap awal ini bisa bagus air bersih. Di USK juga ada Dapur Umum Rumah Amal yang dapat dikoordinasikan untuk mendukung kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya mitigasi sejak awal agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif. Secara keseluruhan, kolaborasi antara Kemensos RI dan USK ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kesiapsiagaan bencana di Aceh, sekaligus membuka ruang partisipasi lebih luas bagi perguruan tinggi dalam pembangunan sosial daerah.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/