Universitas Syiah Kuala

Sentuhan Neuro-Aromaterapi, Tim PKM-K USK Kembangkan Sabun Berbasis Minyak Nilam dan Kenanga

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih pendanaan nasional melalui program inovasi pemanfaatan minyak nilam.

Anggota Tim PKM-K USK, Thahara Salsabila, di Banda Aceh menjelaskan bahwa pendanaan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

“Pendanaan yang diraih tersebut dari pengembangan minyak nilam atau Pogostemon cablin dan kenanga atau Cananga odorata. Nilai pendanaan sebesar Rp6,9 juta,” ujar Thahara.

Sebelumnya, Tim PKM-K USK mengembangkan sabun cair dengan nama SERA berbasis neuro-aromaterapi yang memanfaatkan minyak atsiri nilam dan kenanga khas Aceh sebagai bahan utama.

Tim pengembang SERA terdiri atas Imania Hardiana dan Thahara Salsabila dari Program Studi Farmasi Angkatan 2025, serta Cut Indira Amalia dari Program Studi Akuntansi Angkatan 2025, di bawah bimbingan Dara Sukma Ratmelya.

Thahara mengungkapkan, program kreativitas mahasiswa merupakan wadah kompetitif tingkat nasional yang mendorong peserta menghasilkan inovasi kreatif dan bermanfaat sekaligus mendukung kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan.

“SERA yang merupakan singkatan dari Sequential Emotional Release Aromatherapy dikembangkan dengan mengangkat dua komoditas unggulan Aceh yang telah dikenal luas, yaitu minyak atsiri nilam dan kenanga,” tuturnya.

Ia memaparkan, nilam Aceh merupakan komoditas atsiri unggulan Indonesia yang memiliki kualitas tinggi dan telah lama menjadi komoditas ekspor. Sementara itu, kenanga dikenal memiliki aroma floral yang khas serta banyak dimanfaatkan dalam industri parfum maupun aromaterapi.

“Melalui inovasi ini, kedua bahan lokal tersebut diolah menjadi sabun yang memberikan nilai tambah sekaligus memperluas pemanfaatan sumber daya alam Aceh dalam industri personal care,” imbuhnya.

Lebih lanjut, SERA dirancang dengan formulasi yang menghasilkan pelepasan aroma secara bertahap sehingga memberikan sensasi yang lebih tahan lama selama penggunaan. Pendekatan neuro-aromaterapi ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman mandi yang lebih nyaman sekaligus mendukung regulasi stres bagi pekerja urban dengan tingkat aktivitas dan tekanan pekerjaan tinggi.

Produk inovatif ini juga telah dipamerkan dalam pameran produk inovasi yang diselenggarakan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK.

Melalui perolehan pendanaan nasional ini, Thahara berharap inovasi tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk mengangkat potensi unggulan daerah.

“Kami berharap produk inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana kekayaan sumber daya alam Aceh dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga mampu memperkenalkan identitas daerah melalui inovasi berbasis riset,” pungkasnya.