Rumah Amal dan LPPM USK Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dhuafa (P2EMD)

Rumah Amal (RA) Masjid Jamik USK yang berpusat di Masjid Jamik Kampus Kopelma Darussalam bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK meluncurkan program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dhuafa (P2EMD). Program ini diinisiasi oleh Manajer Program dan Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Amal Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si.

Rina menngungkapkan, target penerima program ini adalah masyarakat di sekitar Universitas Syiah Kuala yang tergolong fakir dan miskin. Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta dan tenaga serta fasilitas yang dapat digunakan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sedangkan miskin adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan biaya hidup namun tidak mencukupi kebutuhan hidupnya dan dalam keadaan kekurangan.

Di sisi lain, ketua LPPM USK, Prof. Dr. Taufik F. Abidin, S.Si., M.Tech menuturkan bahwa Universitas Syiah Kuala (USK) tidak hanya dituntut untuk berkiprah dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi saja, namun lebih dari itu.

Menurutnya, peran serta aktif USK untuk memberikan manfaat dalam mewujudkan perberdayaan bagi masyarakat dhuafa juga merupakan tantangan di era sekarang ini, sehingga lembaga seperti USK harus dapat memberikan sumbangsihnya secara nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Program ini sangat bagus. Dosen/tenaga kependidikan bertindak sebagai pengusul dan pendamping masyarakat dhuafa yang perlu diberdayakan agar mereka bisa bangkit dari keadaan sebelumnya. Kami berharap banyak dosen/tenaga kependidikan yang memasukkan usulan proposal sebab jika program ini sukses dapat menjadi pilot project untuk mengangkat derajat para dhuafa. Dalam hal ini LPPM berperan sebagai lembaga yang melakukan seleksi dan evaluasi progam pengabdian” ujar Taufik.

Jadwal pelaksanaan program dimulai tanggal 12 April s.d 20 Oktober 2021 yang terdiri dari tahapan penerimaan dan review proposal, pleno, verifikasi, pengumuman hasil seleksi, penandatanganan kontrak, pelaksanaan program, monitoring serta laporan akhir. Untuk memberikan gambaran utuh terkait program, dilaksanakan webinar sosialisasi pada hari Jum’at 23 April 2021 lalu melalui aplikasi Zoom yang diisi langsung oleh ketua LPPM dan Direktur Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala Dr. rer. Pol. Heru Fahlevi, Se., M.Sc.

Untuk diketahui, program P2EMD ini memiliki beberapa keunikan, diantaranya adalah sumber dana berasal dari dana zakat dosen/pegawai Universitas Syiah Kuala, prosedur pelaporan keuangan yang lebih sederhana, jangka waktu pelaksanaan yang relatif panjang, output kegiatan yang lebih mudah (tidak wajib publikasi di jurnal), serta turut serta membantu menyelesaikan masalah umat.

Heru menjelaskan, output program ini berupa pemberian modal usaha senilai Rp 35.000.000,- (tiga puluh lima juta rupiah) bagi 5-7 orang penerima manfaat yang disesuaikan dengan kemampuan (skill) dan kebutuhan penerima. Modal usaha yang diberikan tidak dalam bentuk dana tunai, melainkan dapat berupa hewan ternak, benih tanaman, peralatan kerja, dan peralatan lainnya yang dapat digunakan oleh penerima untuk mendapatkan penghasilan.

“Penyaluran zakat berbasis pemberdayaan masyakarat (zakat produktif) ini kita harapkan dapat menjadikan penerima mandiri secara keuangan dan produktif” tambah Heru.

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dhuafa (P2EMD) ini terbuka bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Syiah Kuala dengan cara mendaftaran proposal usulan spada link https://lppm.unsyiah.ac.id/. Rekaman siaran kegiatan webinar osialisai prorama juga dapat diakses di channel youtube Rumah Amal: webinar Sosialisasi P2EMD

Leave a Reply