Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Marwan menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, H.E Mr. Olivier Zehnder, serta delegasi dari Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Ruang Mini Rektor USK. (Banda Aceh, 14 Oktober 2024).
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan saat ini USK terus berupaya menjalin serta mempererat kerja sama dengan berbagai mitra dari berbagai negara, termasuk komitmen USK untuk terus melanjutkan kemitraan dengan ILO dan Swiss.
Menurutnya pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat hubungan kerja sama antara USK, Swiss, dan ILO, khususnya dalam konteks pengembangan sektor Nilam Aceh. Karena kerja sama ini tidak hanya mencakup pengembangan nilam, tetapi berbagai bidang lainnya.
““Terutama dalam konteks Nilam, beberapa industri besar di Swiss seperti Firmenich sangat berperan dalam proses pengolahan Nilam. Kami berharap kerja sama ini akan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan komoditas unggulan Aceh ini di pasar global,” ujar Rektor.
Olivier Zehnder menyampaikan, Kedutaan Swiss akan mendukung pembiayaan untuk ILO dan menjalani kerja sama private sector antar kedua negara. Selain itu juga akan mensupport kerja sama antara USK dengan berbagai Universitas di Swiss. ILO juga akan mensupport Nilam melalui Capacity Building dan Digitalisasi Rantai Pasok melalui aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP).
Pada kesempatan itu, USK melalui FKH juga akan memperkuat kerja sama dengan FKH University of Zurich (UZH), yang telah dipersiapkan rencana usulan proposal kerjasama riset one health antara UZH dengan USK. Pendanaannya akan diusulkan melalui program SPIRIT dari Swiss National Science Foundation (https://www.snf.ch/en/nlghrhyzbD90TM9D/funding/programmes/spirit).
USK melalui FKH sudah melaksanakan kerjasama dengan UZH, selama 10 tahun terakhir dalam mendukung perkuliahan dan pelatihan bidang keilmuan medik veteriner satwa liar yang diprakarsai oleh Prof. Jean-Michel Hatt. Prof. Jean-Michel juga menjabat sebagai Direktur dari Veterinary Teaching Hospital UZH.
Kepala Atsiri Research Center (ARC) Syaifullah Muhammad berharap, pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh melalui berbagai program strategis. Baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan komoditas lokal seperti Nilam Aceh.
Melalui kerja sama ini, USK berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Aceh dan Indonesia di kancah internasional.
“Khususnya untuk industri nilam Aceh. Dengan kerja sama ILO, OJK, dan Kedutaan Swiss ini kita berharap semakin berkembang hingga tataran implementasi. Tahun depan diharapkan Aceh bisa ekspor nilam ke Swiss,” ujar Syaifullah.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan USK, antara lain Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Bisnis Prof. Taufik Saidi, Dr. Reza Ferasyi Dekan FKH USK, Prof. Darusman, Pengurus ARC dan sejumlah tamu lainnya.
turut hadir jajaran Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Ms. Violette Rupanner (Kepala SECO Indonesia), Mr. Jonas Grunder (Manajer Program SECO, Bern), Mr. Nikolaus Gyamarti (Pengacara SECO, Bern), serta Mr. Muhammad Halil Rahim (NPO, SECO Indonesia).
Sementara itu, delegasi ILO yang hadir di antaranya adalah Ms. Simrin C. Singh (Direktur ILO Indonesia dan Timor Leste), Ms. Yousra Hamed (Spesialis Teknis Sosial Keuangan ILO Jenewa), Mr. Djauhari Sitorus (Manajer Proyek Promise II Impact ILO Jakarta), Ms. Dina Novita Sari (Petugas Program ILO Jakarta), dan Mr. Yanis Saputra (Petugas Proyek Nasional Promise II Impact ILO Jakarta).