Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar silaturahmi Ramadan bersama sivitas akademika Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH). Kegiatan ini menjadi momen silaturahmi Ramadhan terakhir bagi Rektor dalam masa jabatannya, sekaligus ajang mendengarkan aspirasi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa demi penguatan kinerja fakultas dan universitas ke depan.
Dekan FH USK, Prof. Dr. Ilyas, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai wujud silaturahmi dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi serta melakukan evaluasi bersama.
“Setiap kebijakan yang sudah baik mari kita lanjutkan dan teruskan, dan yang masih kurang tentu kita perbaiki bersama agar menjadi lebih baik,” ujar Prof. Ilyas.
Sementara itu, Rektor USK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi rutin yang selalu dilaksanakan setiap Ramadhan. Ia berharap, meskipun nantinya tidak lagi menjabat sebagai pimpinan universitas, silaturahmi dan komunikasi tetap terjalin karena dirinya akan tetap mengabdi sebagai dosen di USK.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyoroti pentingnya transisi kepemimpinan yang berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
“FH saat ini telah menunjukkan kinerja yang baik dan memberikan kontribusi signifikan bagi universitas. Ke depan, tantangan yang perlu diperkuat antara lain peningkatan akreditasi program studi, penguatan publikasi ilmiah, capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), serta percepatan penambahan guru besar yang saat ini telah mencapai 20 orang, ujar Prof. Marwan

Rektor juga mengungkapkan bahwa USK sedang dalam proses revisi Rencana Strategis (Renstra) universitas untuk menyesuaikan dengan berbagai dinamika dan kebutuhan pengembangan institusi. Revisi tersebut nantinya juga akan diikuti dengan penyesuaian di tingkat fakultas agar arah kebijakan lebih terintegrasi dan selaras.
Silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi, menjaga keberlanjutan kepemimpinan, serta meningkatkan kinerja FH dan USK secara keseluruhan.
Dalam sesi dialog, sejumlah pertanyaan dan aspirasi disampaikan oleh sivitas akademika Fakultas Hukum kepada Rektor. Salah satu isu yang mengemuka adalah terkait mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi sehingga tidak mampu membayar SPP/UKT, sementara aturan yang berlaku belum mengakomodasi pengajuan status nonaktif. Sivitas akademika berharap adanya kebijakan atau solusi alternatif agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi tanpa terbebani secara administratif.
Selain itu, pertanyaan juga disampaikan mengenai revisi Rencana Strategis (Renstra) universitas yang tengah berproses, apakah nantinya akan diikuti dengan revisi Renstra di tingkat fakultas agar arah kebijakan dan pengembangan institusi berjalan selaras. Isu lain yang turut dibahas adalah perkembangan penetapan pegawai tetap serta harapan agar proses tersebut segera diumumkan secara resmi.
Tidak kalah penting, perhatian juga diberikan pada dukungan anggaran untuk kegiatan senat fakultas. Mengingat peran strategis senat dalam membahas berbagai kebijakan akademik dan kelembagaan, sivitas akademika mengusulkan adanya pengalokasian atau pemetaan anggaran khusus agar fungsi senat dapat berjalan optimal.
Menanggapi hal tersebut, Rektor menyampaikan bahwa persoalan mahasiswa yang terkendala pembayaran UKT akan ditinjau lebih lanjut untuk dicarikan solusi terbaik, termasuk melalui dukungan beasiswa dari rumah amal dan pihak-pihak terkait. Ia juga memastikan bahwa revisi Renstra universitas akan diikuti penyesuaian di tingkat fakultas.
Menanggapi aspirasi terkait status pegawai tetap, Rektor menyampaikan bahwa proses administrasi telah ditandatangani dan pengumuman resmi akan segera disampaikan. Sementara itu, mengenai dukungan anggaran untuk kegiatan senat fakultas, ia membuka peluang pengaturan dan pengalokasian dana di tingkat fakultas agar fungsi strategis senat tetap berjalan optimal.