Universitas Syiah Kuala

Rektor USK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Guru Besar Teknik Lingkungan Prof. Asri Gani

Universitas Syiah Kuala (USK) berduka atas wafatnya salah satu putra terbaiknya, Prof. Dr. Ir. Asri Gani, M.Eng., Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik. Almarhum menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (11/7) dalam usia 60 tahun.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika USK, ia mengajak seluruh keluarga besar universitas untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dalam sambutannya, Rektor mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 185 yang menegaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Menurutnya, kepergian Prof. Asri Gani merupakan kehilangan besar bagi USK dan dunia pendidikan tinggi.

“Terima kasih atas dedikasi, keteladanan, dan warisan ilmu yang telah diberikan kepada USK. Semoga Allah SWT membalas seluruh pengabdian beliau dengan pahala yang berlipat ganda,” ujar Prof. Mirza.
Prof. Asri Gani lahir pada 12 Maret 1966 dan mulai mengabdikan diri sebagai dosen di USK sejak tahun 1998. Selama 28 tahun mengabdi, beliau dikenal sebagai pendidik, peneliti, dan pengabdi masyarakat yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Di lingkungan akademik, almarhum dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan profesionalisme. Kontribusinya dalam pengembangan keilmuan, khususnya di bidang teknik lingkungan, telah memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan institusi, dunia pendidikan, serta masyarakat luas. Keteladanan dan kepribadiannya yang rendah hati menjadikan beliau sosok yang dihormati oleh sejawat, mahasiswa, maupun para alumni.

Rektor menyampaikan bahwa meskipun Prof. Asri Gani sejatinya masih memiliki masa pengabdian hingga 1 April 2036, Allah SWT telah memanggilnya lebih dahulu. Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar USK sekaligus menjadi kehilangan besar bagi dunia akademik.

“Kami kehilangan seorang akademisi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga menjadi teladan dalam pengabdian dan kemanusiaan. Semoga semangat dan warisan ilmu yang telah beliau tinggalkan terus menginspirasi generasi penerus,” kata Rektor.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan doa agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya sebagai amal jariyah, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selain itu, Prof. Mirza turut mendoakan keluarga yang ditinggalkan, khususnya ayahanda almarhum, istri tercinta Dr. Sylvia Agustina, S.T., MUP., beserta kedua putra-putrinya, agar senantiasa diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.