
Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengajak para mahasiswa untuk lebih aktif di laboratorium dengan mengembangkan berbagai inovasi, terutama di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI). Hal ini disampaikannya dalam diskusi daring bersama Kepala BPPT Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. IPU dan Direktur PT. Dua Empat Tujuh, Ir. Beno K. Pradekso, Senin (22/6/2020).
Menurut Rektor, inovasi teknologi sangat dibutuhkan saat ini, terutama di tengah pandemi Covid-19. Namun sayangnya, teknologi yang umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini, sangat tergantung dari teknologi buatan luar negeri. Kondisi ini menurutnya menjadi tantangan, terutama mahasiswa untuk dapat mengalahkan produk buatan luar.
“Seribu inovasi di berbagai bidang bisa muncul selama pandemi ini. Artinya, begitu ada tantangan, kita mampu berpikir lebih cerdas dan menghasilkan lebih banyak. Tentunya dengan bekerja sama,” ujar Prof. Samsul.
Ia pun mengingatkan para dosen dan mahasiswa untuk terus mengikuti berbagai kompetisi bidang agar dapat menguatkan daya saing. Mahasiswa juga dituntut untuk selalu terbuka dan belajar dari hal baru, termasuk mempelajari antardisiplin ilmu.
Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza. Pandemi Covid-19 telah mengubah segala tatanan kehidupan masyarakat dan memaksa masyarakat untuk beraktivitas secara berbeda. Di sinilah teknologi sangat berperan dan membantu aktivitas.
Sejak pandemi ini terjadi, Indonesia sebutnya telah merancang beberapa inovasi dalam bentuk aplikasi. Inovasi ini telah membantu pemerintah dan menjadi solusi bagi kelangkaan tenaga medis. Selain itu, juga membantu dokter mendeteksi dan mendiagnosis Covid-19. Salah satunya adalah aplikasi Peduli Lindungi yang telah diresmikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Aplikasi ini mampu mendeteksi zona merah atau hijau, dan memberitahukan kepada pengguna zona apa tempat ia berada.
“Namun butuh integrasi data yang sempurna untuk memaksinalkan penggunaan aplikasi ini. Setiap pengguna harus memasukkan datanya dalam aplikasi,” ujar Hammam. (Humas Unsyiah/un)