
Rektor Universitas Syiah Kuala memberikan apresiasi atas kinerja sejumlah Pusat Riset yang ada di Unsyiah. Hal ini disampaikan pada kegiatan Penyerahan Sertifikat dan Hasil Evaluasi Kinerja Tahunan Pusat Riset Unsyiah 2019 di Balai Senat Unsyiah. (Darussalam, 22/1/2020).
Menurut Rektor, kehadiran sejumlah pusat Riset Unsyiah telah menjadi ujung tombak penelitian Unsyiah. Dan hasil kajian pusat riset ini menjadi sarana dalam realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat.
Rektor mengatakan, dari sejumlah Pusat Riset yang ada di Unsyiah, dua di antaranya telah berhasil meraih status Pusat Unggulan Iptek (PUI). Kedua Pusat Riset itu adalah Atsiri Research Center (ARC) dan Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) yang telah berubah menjadi UPT.
Rektor juga mengingatkan, agar Pusat Riset Unsyiah terus mengembangkan kiprahnya. Pusat Riset Unsyiah harus bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat
“Pusat Riset Unsyiah tidak boleh hanya diam. Tapi harus mampu memperbaiki kehidupan masyarakat. Membangun akses pendidikan, memperbaiki kehidupan petani dan nelayan, sehingga akses pembangunan bisa diperoleh semua orang,” ucap Rektor.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech menjelaskan, saat ini Unsyiah memiliki 47 Pusat Riset. Namun tidak semuanya mampu bekerja secara optimal. Untuk itulah, berdasarkan Peraturan Rektor No 1 Tahun 2019 tentang pengelolaan Pusat Riset Unsyiah. LPPM melakukan evaluasi terhadap sejumlah Pusat Riset Unsyiah.
“Dari hasil evaluasi LPPM, ada 8 Pusat Riset yang masuk katagori A, di mana Pusat Riset Atsiri berada di rangking pertama,” ucap Taufik.
Adapun Pusat Riset yang berhasil meraih katagori A adalah Pusat Riset Atsiri, Pusat Riset Lingkungan Hidup, Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal, Pusat Riset Science, Technology, Engineering and Mathematis, Pusat Riset Veteriner Tropis-One Health Collaboration Center, Pusat Riset Pengembangan Infranstruktur Data Spasial, Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya, Pusat Riset dan Pengembangan Matematika Rialistik Indonesia.
Untuk katagori B adalah Pusat Riset Perubahan Iklim, Pusat Riset Pembangunan Pedesaan dan Pertanian Berkelanjutan, Pusat Riset Ilmu Kelautan dan Perikanan, Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodivisitas Hutan, Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkalan Pertanian, Pusat Riset Ilmu Kepolisian, Pusat Riset Gender, Pusat Riset Etnosains, Pusat Riset Hak Asasi Manusia, Pusat Riset Pengembangan Pertanian Organik.
Dan Katagori C adalah Pusat Riset Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Islam, Pusat Riset Obat Verbal, Pusat Riset dan Pengembangan Seni, Pusat Riset Pengembangan dan Pelatihan Pertanian, Pusat Riset Kependudukan dan Sumber Daya Manusia, Pusat Riset Telematika, Pusat Riset Padi Aceh, serta Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh.