Raih Medali Emas, Alumni USK jadi Duta Muslim Asia

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) Imam Maulana, raih medali emas pada Speak Up and Academic Presentation Competition dalam ajang Asia World Muslim Summit 2024 di Kuala Lumpur, Sabtu, 23 Maret 2024.

Ini adalah medali emas kedua yang ia persembahkan, setelah sebelumnya meraih medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) pada 2019 di Bali.

Medali emas ia peroleh setelah mempresentasikan program pengabdian masyarakatnya, yaitu Taman Edukasi Kesehatan Remaja (TaKasi-Sera) sebagai sebagai Pusat Pelatihan dan Kaderisasi Pendidik Sebaya Kesehatan Remaja (Youth Health Peer-Educator Training and Caderization Center) dari oleh dan untuk remaja.

TaKasi-SeRa yang Imam dan tim Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bentuk salah satunya berada di Gampong Jawa, yang berfokus kepada edukasi bahaya rokok dan pencegahan penyakit tular vektor nyamuk.

Inisiasi TaKasi-Sera lainnya dilakukan di Panti Asuhan Media Kasih yg berfokus pada pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan Panti Asuhan Yakesma dengan fokus pertanian Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Proyek inovasi ini berhasil mendapat dukungan dari Kemenkes Indonesia dan UNICEF Indonesia.

“Konsep TaKasi-SeRa terinspirasi dari Darul Arqam pada zaman Rasulullah SAW yg menjadi madrasah islam pertama untuk belajar dan mensyiarkan kembali ilmu yg didapat,” jelas Imam.

Direktur Eksekutif GEN-A ini, dalam pidatonya menekankan bahwa Indonesia membutuhkan peran anak muda, terutama muslim, untuk menjadi agen perubahan terutama dalam bidang sosial dan kesehatan.

Dalam paparannya, kata Imam ada 3 masalah besar di Indonesia, pertama angka perokok anak Indonesia peringkatnya 2 sedunia dengan angka lebih dari 3,2 juta. Kedua, Indonesia darurat pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dengan angka lebih dari 10.000 kasus. Ketiga, kasus anak meninggal karena DBD terus meningkat.

“Karya ini bukannya milik saya pribadi, tetapi hasil aksi bersama teman-teman yg istikamah selama ini mengabdi bersama untuk masyarakat,” kata alumni inspiratif yang lulus tanpa KKN dan skripsi.

Ia dilantik sebagai Asia Muslim Ambassador 2024. Asia World Muslim Summit adalah ajang pemilihan dan pelatihan Asia Muslim Ambassador yang diselenggarakan setiap tahun. Dengan total 40 orang.

Para peserta berasal dari Uzbekistan, Pakistan, India, Nepal, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Diharapkan pada ambassador dapat terus menebar manfaat dan menjadi role model sebagaimana amanah agama Islam yaitu menjadi pribadi yang rahmatan lil alamin.