Pusat Riset Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (PR-STEM) Universitas Syiah Kuala (USK) menyusun Roadmap PR-STEM 2026–2030 sebagai arah strategis pengembangan riset, inovasi, dan pendidikan berbasis STEM di Aceh. Penyusunan roadmap tersebut menjadi agenda utama Rapat Kerja (Raker) PR-STEM Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Laboratorium Terpadu USK.
Raker diikuti sekitar 50 peneliti yang terdiri atas guru besar dan dosen bergelar doktor dari berbagai fakultas di lingkungan USK. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas disiplin serta merumuskan program prioritas PR-STEM sebagai pusat riset unggulan.
Dalam laporannya, Kepala PR-STEM USK menegaskan komitmen menjadikan PR-STEM sebagai Center of Excellence yang menghasilkan riset berkualitas, inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta solusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Aceh.
“Melalui kolaborasi lintas disiplin, kami ingin membangun ekosistem STEM yang kuat dan berkelanjutan di Aceh,” ungkapnya.
Raker dibuka Wakil Rektor USK Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Ia menekankan pentingnya menjadikan STEM lebih kontekstual dan menarik bagi generasi muda.
“STEM harus dibumikan agar menjadi menarik, relevan, dan mampu menginspirasi Generasi Z untuk menjadi inovator masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inisiatif PR-STEM dalam membangun kemitraan dengan Pemerintah Aceh. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi guru, pembinaan talenta peserta didik, dan pengembangan inovasi pembelajaran STEM.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara USK dan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh sebagai langkah awal implementasi program kolaboratif.
Melalui diskusi dalam beberapa klaster, peserta merumuskan sejumlah prioritas, antara lain penyusunan Roadmap PR-STEM 2026–2030, penguatan riset lintas fakultas, pengembangan pembelajaran STEM berbasis potensi lokal Aceh, pendampingan guru melalui MGMP, pembinaan talenta peserta didik, serta perluasan kerja sama dengan sekolah, pemerintah, industri, dan mitra internasional.
Roadmap tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi PR-STEM dalam menjalankan program riset dan inovasi secara terarah, sekaligus memperkuat keterhubungan antara hasil penelitian dengan kebutuhan pendidikan di Aceh. Pendekatan kolaboratif lintas bidang juga menjadi kunci agar berbagai inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara nyata di sekolah dan lingkungan masyarakat.