Pembantu Rektor I (PR-I) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr. Hizir Sofyan, diberi penghargaan khusus oleh Badan Pertukaran Akademisi Jerman (DAAD, Deutscher Akademischer Austausch Dienst). Penghargaan ini diserahkan saat DAAD menggelar acara hari jadinya yang ke 25 serta pertemua alumninya di Grand Ballroom Intercontinental Midplaza Hotel, Jakarta, Jumat-Minggu, 27-29 Maret 2015. Acara temu alumni Jerman ini mengambil tema ‘Getting Ready! The Importance of the Indonesian University Landscape for ASEAN’.
Kali ini, salah satu agenda acara adalah pemberian penghargaan (DAAD Award) kepada para alumni Jerman. Dr. Hizir merupakan salah satu penerima penghargaan ini, karena dinilai telah menunjukkan komitmennya untuk terus membangun kerjasama akademik dengan para akademisi serta institusi pendidikan di Jerman. Selain itu, Hizir dianggap sebagai salah satu pelopor program Aceh Scholarship of Excellence, dan telah berperan besar dalam keberangkatan para mahasiswa Aceh untuk melanjutkan studi mereka di Jerman melalui beasiswa dari Pemerintah Aceh yang dikelola oleh DAAD tersebut. Selain itu, ia juga dinilai sebagai salah seorang alumni penerima beasiswa DAAD yang berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan atmosfir akademik di Aceh.
Dr. Hizir adalah alumni Jerman yang juga merupakan ketua Persatuan Alumni Jerman (PAJ) pertama di Aceh. Saat ini, ia menjabat sebagai pembantu rektor bidang akademik (PR-I) di Unsyiah.
Dalam testimony singkatnya, Hizir mengaku merasa tidak berhak menerima penghargaan tersebut, karena menurutnya banyak sekali pihak yang lebih banyak kontribusinya untuk pendidikan di Aceh. Hizir secara khusus bahkan menyebutkan nama Dr. Qismullah Yusuf, dan Dr. Idris Ibrahim sebagai tokoh yang telah berkontribusi signifikan unguk keberangkatan para mahasiswa Aceh ke Jerman.
Pada kesempatan yang sama, tokoh lain yang juga merupakan alumni Jerman dan mendapatkan penghargaan adalah Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie. Mantan presiden Indonesia ini dianggap telah berkontribusi signifikan untuk menjembatani hubungan baik antara negara Indonesia dan Jerman. Selain itu, ia juga dianggap sebagai idola bagi para calon saintis muda di Indonesia.
Ketua Persatuan Alumni Aceh, Dr. Ilham Maulana mengatakan bahwa sebanyak 40 orang alumni Jerman dari Aceh diundang untuk menghadiri acara temu alumni ini. Saat ini, terdapat sekitar 150-an alumni Jerman yang tersebar di seluruh Aceh. Sebahagian besar dari mereka adalah para akademisi.
“Persatuan Alumni Jerman di Aceh saat ini juga dianggap persatuan alumni Jerman teraktif,” kata Ilham Maulana yang juga Kepala Humas Unsyiah ini. (i’m)
PR-I Unsyiah Terima Penghargaan dari Jerman
- Category: Kabar USK