Peserta MTQMN Dibekali Tumbler

Menariknya, dalam ajang dua tahunan ini, untuk pertamakalinya dilakukan pengurangan botol air minum kemasan secara besar-besaran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan.

Farnida Samsul Rizal, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsyiah, mengatakan gagasan ini bagian dari menjawab surat edaran Kemenristekdikti dan Rektor Unsyiah yang menganjurkan untuk tidak menggunakan lagi botol minuman kemasan. Semangat ini juga sejalan dengan visi Unsyiah bebas sampah yang salah satu prioritasnya adalah mengurangi sampah anorganik.

Bahkan sejak tahun kemarin, DWP Unsyiah telah mengurangi sampah plastik di setiap kegiatannya, termasuk menggunakan tumbler (botol minum isi ulang). Dan untuk MTQMN tahun ini, Farnida bersama anggota DWP lainnya memimpin langsung dan memantau peralihan botol kemasan ke tumbler.

“Kami membagikan 3.940 tumbler secara gratis kepada kafilah, official, dewan hakim, hingga panitia acara. Tumbler ini bantuan dari beberapa donatur,” ujarnya.

Langkah ini merupakan yang pertama dilakukan sepanjang even MTQMN digelar. Untuk memudahkan peserta, panitia menyediakan 1.700 galon air minum isi ulang yang ditempatkan di banyak lokasi, seperti di majelis lomba, asrama, hingga masjid. Cara ini ternyata cukup ampuh mengurangi pemakaian botol plastik air kemasan. Bahkan, hingga hari keempat penyelenggaraan MTQMN, para relawan mengaku nyaris tidak menemukan botol plastik di venue lomba dan asrama.

Inovasi ini disambut positif para kafilah dari berbagai universitas. Tak sedikit dari mereka memuji dan menjadikan inspirasi untuk diterapkan di kampus mereka. Inilah tujuan yang diinginkan Unsyiah, menjadi contoh bagi instansi lain dalam menjaga lingkungan. Walaupun menurut Farnida, masih banyak kendala yang dihadapi dalam mengubah pola kebiasaan itu.

“Masih ada yang menganggap ini tidak praktis, tapi kita coba pelan-pelan untuk mengubah kebiasaan ini,” tambah Farnida.

Ia berkeyakinan semua ini akan berjalan lancar. Terlebih lagi gagasan ini mendapat dukungan penuh dari rektorat Unsyiah, para anggota DWP, hingga mahasiswa. Ditargetkan, penggunaan tumbler di Unsyiah akan terus berlanjut setelah MTQMN usai. Unsyiah menargetkan untuk mengurangi sepenuhnya botol air kemasan di lingkungan kampus. Farnida berharap seluruh civitas Unsyiah dapat terlibat dan beralih menggunakantumbler.

“Kita akan terus lanjut setelah MTQMN usai. Nantinya kita akan siapkan di semua kantin kampus air isi ulang dengan harga ekonomis,” pungkasnya. (Humas Unsyiah/ferhat)