Tingginya tingkat pengguna narkoba dan penderita HIV membuat KSR PMI Unit 01 Unsyiah tergerak untuk mengajak generasi muda agar proaktif dalam memerangi narkoba dan HIV. Untuk merealisasikannya, maka KSR PMI Unit 01 Unsyiah mengadakan kegiatan Healthy School dibeberapa sekolah di Banda Aceh. PMI Unsyiah terjun langsung ke MAN Rukoh, Banda Aceh, Selasa (12/3).
Kegiatan ini untuk menyosialisaikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) khususnya dikalangan pelajar serta pentingnya peran pelajar dalam memerangi narkoba dan HIV. Antusias yang tinggi dari pelajar menunjukan bahwa pelajar di MAN Rukoh peduli terhadap bahaya narkoba dan HIV yang terus berkembang di Indonesia. Alasan pelajar yang dijadikan sasaran utama dalam kegiatan ini karena pelajar saat ini sangat rentan terhadap resiko terpapar oleh HIV maupun Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif (NAPZA). Hal ini terjadi baik karena faktor individu maupun faktor lingkungan dari remaja tersebut.
“Kegiatan Healthy School yang belangsung dari jam 09:00-12:00 WIB ini memberikan arti dan kesan tersendiri dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama beberapa bulan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak pelajar untuk hidup sehat dengan tidak mengkomsumsi narkoba dan memerangi HIV,” sebut Nuafni Fazriani, Panitia Pubdok Healthy School dalam rilisnya.
Kegiatan yang diketuai oleh Ulfa Yanti ini telah berlangsung selama 3 hari. Sejak tanggal 7, 8, dan 12 April 2016 berjalan sukses. KSR PMI Unsyiah juga mengajak peran serta Palang Merah Remaja (PMR) sekolah-sekolah di Banda Aceh turut berpartisipasi menyukseskan acara ini. Dari kegiatan ini sangat diharapkan terciptanya remaja yang sehat, bebas HIV dan NAPZA sehingga mampu menjadi generasi yang berfikir dan bertindak untuk membagun negeri menuju yang lebih baik.
NAPZA adalah bahan/zat yang dapat mempengaruhi kondisi psikologi seseorang serta dapat menimbulkan ketergantungaan fisik dan psikologi. Sedangkan HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah tersangka kasus narkotika terus meningkat khususnya yang melanda pelajar sekolah berusia 15 tahun di perkirakan 263000 orang. Setiap tahunnya 1800 orang meninggal karena kasus ini. Sedangkan untuk kasus HIV di Indonesia merupakan negara pengidap terbesar di Asia. HIV di Indonesia, ditemukan pada anak berusia 2-10 tahun telah terkena dampak HIV. [mr/rel]