Universitas Syiah Kuala

Peneliti Unsyiah Rekomendasi Pemerintah Mengenai Longsor

Peneliti Geohazard Unit Pelayanan Teknis (UPT) Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) beserta tim dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik merekomendasi pemerintah Aceh terkait rawannya longsor di jalur lintasan Banda Aceh–Calang, Kamis (16/6).

Peneliti Geohazard UPT. Mitigasi Bencana Unsyiah, Ibnu Rusydy, S.Si., M.Sc mengatakan, pemerintah Aceh harus melakukan pemasangan semen dan paku tanah pada kawasan lereng tebing yang terbentuk dari pada tanah hasil pelapukan batuan. Upaya itu untuk menghindari bencana longsor seperti yang pernah terjadi di tebing bukit Gle Pulot, Kecamatan Leupung, Km 27, Aceh Besar pada 12 Juni lalu.

“Gunanya untuk mencegah masuknya air hujan yang bisa menyebabkan pembebanan lereng, peningkatan tekanan air pori, dan terbentuknya bidang gelincir.  Selain itu, perlu juga dilakukan re-profiling (pelandaian lereng) di beberapa lereng yang sangat terjal dan dewatering untuk menurunkan muka air tanah,” jelas dosen jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsyiah itu.

Menurutnya, pemerintah harus menurunkan tim khusus untuk melakukan pemasangan baut batu pada kawasan lereng batu yang memiliki tingkat rekahan yang tinggi. Jadi, akan memperkokoh lereng dan menyatukan batuan supaya tidak mudah jatuh. Bongkahan-bongkahan batu yang dianggap beresiko akan jatuh harus segera dipindahkan.

“Bencana longsor di Gle Pulot lalu terjadi akibat tingkat pelapukan batu yang terus meningkat. Maka perlu disadari bahaya longsor bisa terjadi kapan saja. Gle Pulot terdiri atas batuan sedimen yang memiliki bidang kemiringan pelapisan batu searah dengan arah lereng. Akibatnya, berpotensi terjadinya longsoran jenis translasi,” ujar Ibnu Rusydy.

Ia mengungkapkan, tim Unsyiah sudah menginvestigasi bencana longsor di Gle Pulot pada 12 Juni 2016. Hasilnya, tim mitigasi Unsyiah menyarankan pemerintah untuk menginvestigasi struktur massa batuan pembentuk lereng secara rinci untuk memastikan sebuah lereng tebing tersebut aman atau tidak. Sebelumnya, pada tahun 2012, tim Geohazard UPT. Mitigasi Bencana Unsyiah mengidentifikasi ada lebih dari 75 titik yang berpotensi terjadinya longsor sepanjang jalan Banda Aceh-Calang. Salah satunya adalah  di KM 27 Gle Pulot.

“Kami berharap kebijakan pemerintah dan semua lembaga donor dapat mempertimbangkan unsur keselamatan dan prinsip-prinsip manajemen bencana dalam melaksanakan pembangunan,” tutupnya.

 

 

Editor: Reza Fahlevi

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/