Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat kolaborasi akademisi dan industri dengan menghadirkan Rizky Munggaran, M.T., Assistant Vice President AI/ML Product Video Analytic PT. Indosat Ooredoo Hutchison, sebagai pembicara dalam kuliah tamu.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari Program Studi Teknik Komputer, Magister Teknik Elektro, dan Magister Kecerdasan Buatan.
Dalam sesi yang dimoderatori oleh Dr. Kahlil, Rizky Munggaran memaparkan tren terkini dalam implementasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk pembangunan kota pintar (smart city). Ia menjelaskan berbagai kasus penggunaan, mulai dari sistem transportasi cerdas, keamanan, pencegahan banjir, hingga manajemen sampah.
Rizky menyoroti keunggulan perusahaan telekomunikasi dalam menerapkan AI skala besar, terutama karena memiliki infrastruktur internet yang luas.
“Implementasi AI untuk kota pintar harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kota. Tujuannya adalah memastikan bahwa penerapannya benar-benar efektif dalam menyelesaikan isu-isu optimasi dan efisiensi,” kata Rizky.
Di akhir sesi, Rizky mendorong para mahasiswa untuk memilih topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan pasar. Hal ini tidak hanya akan memperkaya hasil riset, tetapi juga membantu mahasiswa membangun kompetensi yang selaras dengan dunia industri.
Sebagai inisiator acara, Dr. Kahlil, pendiri COMVISLAB-USK, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari seri COMVISTALK yang berkomitmen mengundang pakar-pakar ternama.
“Pada seri kedua ini, kami sengaja menghadirkan perwakilan dari perusahaan multinasional agar mahasiswa dapat memperluas wawasan dan memahami tren AI langsung dari pelaku industri,” ujar Kahlil.
Kuliah tamu ini menegaskan kembali komitmen USK dalam fokus pada riset yang berdampak, pengembangan kompetensi mahasiswa sesuai tren Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), dan orientasi pada hilirisasi produk.