Universitas Syiah Kuala

Milad ke-44 FK USK, Targetkan 24 Prodi Spesialis dan Perkuat Komitmen Pengabdian di Daerah 3T

Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) merayakan puncak peringatan Milad ke-44 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (30/4/2026). Di usia yang ke-44 tahun, fakultas kedokteran tertua di Aceh ini menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan spesialis serta memperkuat peran pengabdian tenaga medis di wilayah terpencil.

Dekan FK USK, Prof. Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT., dalam laporannya menyampaikan bahwa perjalanan 44 tahun ini merupakan bentuk tanggung jawab historis FK USK sebagai institusi medis tertua di Serambi Mekkah. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan pesat yang dialami fakultas saat ini adalah amanah untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi Aceh dan Indonesia.

“Capaian yang kita raih hari ini adalah amanah besar untuk tanggung jawab yang lebih baik. Kami bersyukur FK USK mulai dikenal di kasta internasional dengan hadirnya mahasiswa asing di berbagai jenjang. Ini menjadi harapan baru bagi pergaulan akademik global institusi ini,” ujar Prof. Safrizal.

Meski mulai merambah visi global, Prof. Safrizal menegaskan bahwa FK USK tetap berkomitmen menjadi rumah bagi putra-putri terbaik Aceh. “FK ini bukan semata-mata untuk visi global, tetapi sebesar-besarnya memberikan ruang bagi mahasiswa dari seluruh wilayah di Aceh, baik yang dekat dengan ibu kota maupun yang jauh di pelosok, untuk mendidik putra-putri terbaiknya bagi masa depan daerah,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., menyebutkan bahwa pada tahun 2026 ini, FK USK menargetkan pertambahan program studi spesialis hingga mencapai 24 prodi. Langkah ini dibarengi dengan kebijakan afirmatif dalam proses penerimaan mahasiswa.

“Kita memerlukan sistem pendidikan yang tidak hanya melahirkan dokter spesialis kompeten, tetapi juga memiliki panggilan pengabdian untuk hadir di tempat-tempat yang paling membutuhkan, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T),” tegas Prof. Agussabti.

Selain fokus pada pengembangan SDM, pihak universitas juga menyoroti tantangan sarana prasarana yang memerlukan pembenahan besar-besaran. Pembangunan rumah sakit pendidikan mandiri milik universitas menjadi target jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang lebih integratif dan mandiri.

Peringatan Milad ke-44 diisi dengan orasi ilmiah oleh Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Tinggi, Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D.