Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema Ketahanan Nasional Di Era Keterbukaan Ekonomi pada Rabu (18/3). Kuliah umum yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood ini diisi oleh Menteri Ketahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Ryamizard Ryacudu.
Dalam kuliah umumnya, Menhan mengatakan bahwa pertahanan nasional dapat dihubungkan dengan berbagai hal, termasuk dengan keterbukaan ekonomi. Meskipun ASEAN Economy Community baru akan diresmikan di akhir tahun ini, namun keterbukaan ekonomi sudah berlangsung sejak lama.
“Dari segi penggunaan produk, masyarakat Indonesia terbilang sangat konsumtif, sehingga berpengaruh pada devisa negara kita,” paparnya.
Sebenarnya, tambah Ryamizard, bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang disegani. Sumber daya alam dapat menjadi sumber ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini mengajak para generasi muda untuk menciptakan inovasi hebat agar masyarakat Indonesia tidak lagi beralih ke produk impor
Di sisi lain, satu hal lain yang dapat mengancam ketahanan nasional adalah narkoba. Menurutnya, peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah merambah semua lini dan pengaruhnya tidak bisa ditoleransi lagi. “Jika semuanya terpengaruh narkoba, siapa yang akan berperang melawan ancaman negara,” tegasnya.
Menurut Menhan, salah satu fungsi mahasiswa adalah menjaga ikatan yang sangat kokoh dalam hubungan antar bangsa yang pada akhirnya akan memperkokoh ketahanan nasional. “Mahasiswa harus menunjukkan karakter yang baik, jadilah mahasiswa yang pandai merasa, bukan merasa pandai,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., dalam sambutannya mengatakan bahwa tingkat perekonomian dan kesejahteraan bangsa hanya dapat ditingkatkan melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah baru dapat melaksanakan berbagai program yang merangsang pertumbuhan itu bila kondisi negara dalam keadaan aman.
”Karena itu, ketahanan nasional dan keterbukaan ekonomi adalah dua dimensi yang harus mampu disinergikan saat ini,” ungkapnya.
Menurut Samsul, kuliah umum kali ini sangat penting mengingat selama ini sedikit sekali diskusi dan seminar yang mengarah kepada tema ketahanan nasional. ”Padahal, secara bangsa dan negara, kita bahkan belum mempersiapkan apapun, jika ketahanan nasional tidak kita pertimbangkan sejak awal,” ungkapnya.
Samsul berharap agar kuliah umum ini dapat mengubah orientasi dan perspektif kita dalam melihat Indonesia sebagai bangsa dan negara dalam era keterbukaan ekonomi.
Untuk diketahui, Ryamizard Ryacudu bukanlah orang baru di Aceh, sesaat setelah bencana Tsunami menerjang Aceh tahun 2004, ia menjadi salah satu pemeran utama yang membantu masyarakat Aceh dengan inisiatifnya membangun jembatan lintasan dari banda Aceh sampai ke Meulaboh.
Menhan Isi Kuliah Umum Di Unsyiah
- Category: Kabar USK