Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Reguler Kelompok 11 Periode XXIX melaksanakan program edukasi seni ecoprint bagi anak-anak Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (30/7/2026). Berlangsung di Kantor Geuchik Gampong Cut Langien, kegiatan ini disambut antusias oleh puluhan anak desa setempat.
Program ini diinisiasi oleh tujuh mahasiswa lintas program studi, yakni Ari Maulana dari prodi Ilmu Hukum selaku ketua kelompok, bersama Aulia Angelie Putri dari Pendidikan Dokter, Dina Syifa Rahma dari Ilmu Keperawatan, Farras Aditya Mahasin dari Pendidikan Geografi, Nadiaton dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Nobel Prodeo Insan dari Kehutanan, serta Nayfa Fathia Namiko dari Pendidikan Dokter. Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan teknik pewarnaan dan pencetakan alami menggunakan daun serta bunga sebagai media berkarya yang ramah lingkungan.
Melalui pendekatan belajar sambil bermain, anak-anak diajak mengeksplorasi bentuk dan tekstur dedaunan di sekitar mereka untuk diaplikasikan ke atas kain. Metode ini dinilai efektif tidak hanya untuk melatih motorik halus dan kreativitas, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak usia dini agar mereka mengenal keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga kelestarian alam.
Suasana kegiatan terpancar meriah dan interaktif. Para peserta tampak sibuk memilih berbagai bentuk daun, menyusun pola sesuai imajinasi masing-masing, hingga takjub melihat hasil cetakan alami yang unik dan bernilai estetika pada kain. Salah seorang peserta, Nabil, mengungkapkan kegirangannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya baru tahu kalau daun bisa dijadikan motif di kain. Seru sekali karena kami bisa membuat karya sendiri. Saya jadi ingin mencoba lagi di rumah bersama teman-teman,” tuturnya.
Secara substansial, kegiatan ini turut selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Program ini mendukung SDGs Poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui wadah pembelajaran kreatif yang inklusif, serta SDGs Poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab lewat pemanfaatan material alami yang bebas bahan kimia sintetis.
Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, menjelaskan bahwa eco print dipilih karena menjadi medium edukasi yang ramah anak sekaligus sarat pesan lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan proses belajar yang menyenangkan agar anak-anak tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memahami bahwa alam adalah sumber inspirasi yang harus dijaga dan dilestarikan. Harapannya, kegiatan sederhana ini dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini,” ujar Ari.
Ia menambahkan, program kerja tersebut merupakan wujud nyata komitmen mahasiswa KKN USK untuk menghadirkan kontribusi positif dan edukatif bagi pengembangan kapasitas generasi muda di Gampong Cut Langien.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril. Ia menilai inisiatif mahasiswa USK sangat membantu desa dalam menghadirkan kegiatan positif yang merangsang tumbuh kembang, wawasan, serta potensi kreativitas anak-anak gampong.
Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Muhammad Sayuthi, memuji konsistensi dan kolaborasi tim mahasiswa dalam merancang program kerja yang aplikatif. Menurutnya, kegiatan ini berhasil memadukan unsur seni, edukasi sains dasar, dan kepedulian lingkungan secara harmonis dan menarik bagi anak-anak.