Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua mahasiswi dari Program Studi Ilmu Tanah berhasil mengharumkan nama kampus dalam ajang National Essay Competition (NESCO) 2 yang berlangsung pada 18–19 April 2026 di Malang.
Kedua mahasiswi tersebut adalah Sulisatun Nisak dan Aisyah Humairah. Dalam kompetisi bergengsi yang diikuti oleh 833 finalis dan 305 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia ini, keduanya berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Bronze Medal dan Favorite Poster.
Prestasi ini diraih melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari penyusunan esai ilmiah, penilaian substansi gagasan, hingga presentasi karya di hadapan dewan juri. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FP USK memiliki kapasitas intelektual dan kreativitas yang mampu bersaing di level nasional.
Karya yang diusung oleh tim ini menonjolkan kekuatan analisis ilmiah serta solusi inovatif yang relevan dengan isu-isu pertanian dan lingkungan. Pendekatan berbasis ilmu tanah yang mereka gunakan menjadi nilai tambah, terutama dalam menjawab tantangan keberlanjutan sumber daya alam di Indonesia.
Capaian tersebut tidak terlepas dari bimbingan dosen pembimbing, Retno Leoditas Lubis, S.P., M.P., yang secara intensif mendampingi proses penyusunan hingga presentasi karya. Pendampingan akademik yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kualitas karya mahasiswa.
Dekan FP USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi ini sebagai bukti nyata kualitas mahasiswa FP dalam bidang inovasi dan pemikiran ilmiah.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Prof. Dr. Ir. Farid Maulana, S.T., M.Eng. Ia menekankan pentingnya keberanian mahasiswa dalam menuangkan gagasan inovatif dan berkompetisi di tingkat nasional.
“Kami akan terus mendukung mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Ajang seperti ini menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan inovatif,” ungkapnya.
Ajang NESCO 2 sendiri merupakan kompetisi esai nasional yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan bangsa. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga menuntut peserta untuk berpikir kritis, komunikatif, dan aplikatif.
Prestasi yang diraih Sulisatun Nisak dan Aisyah Humairah menjadi bukti bahwa mahasiswa USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan inovatif yang berdampak di tingkat nasional. Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa USK yang terinspirasi untuk berani tampil, berkompetisi, dan mengharumkan nama universitas di berbagai ajang nasional maupun internasional.