Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di SD Negeri 3 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 bertema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kebencanaan sejak usia dini.
Yuraddin selaku ketua kelompok ini menjelaskan, sosialisasi berlangsung selama enam hari, dimulai pada 9 Februari sampai 14 Februari 2026. Kegiatan dilaksanakan secara bergilir di setiap kelas dengan tujuan agar seluruh siswa memperoleh pemahaman yang merata mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis- jenis bencana, langkah-langkah mitigasi, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana dengan fokus utama pada bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah Pidie Jaya,” Jelasnya
Mahasiswa Prodi Teknik Komputer ini menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa menggunakan metode pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan presentasi visual, diskusi ringan, serta sesi tanya jawab agar materi dapat dipahami secara mudah oleh siswa sekolah dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus membangun kebiasaan siaga bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Yuraddin bersama timnya berharap dapat menanamkan pemahaman dasar mengenai keselamatan diri dan lingkungan kepada para siswa dengan mendorong terbentuknya budaya siaga bencana sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan banjir, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta memahami langkah evakuasi sederhana.
“Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemulihan serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Sumatera, khususnya Aceh,” Tuturnya
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dengan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi siswa.
“Edukasi mitigasi bencana menjadi hal yang sangat penting mengingat Kabupaten Pidie Jaya termasuk wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, baik banjir maupun bencana alam lainnya, terutama saat intensitas curah hujan meningkat,” Jelas Kepala Sekolah SD 3 Meureudu