Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Syiah Kuala (USK) menyerahkan peta mitigasi bencana kepada Pemerintah Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat menghadapi potensi bencana.
Penyerahan peta dilakukan kepada reje (Kepala Desa) Genuren sebagai wujud dukungan terhadap upaya edukasi kebencanaan dan peningkatan kesiapsiagaan warga desa. Peta tersebut diharapkan menjadi sumber informasi yang dapat membantu masyarakat mengenali wilayah rawan serta memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi keadaan darurat.
Dosen Pengawas Lapangan, Ir. Sofyan, M.T., didampingi Ir. Pocut Nurul Alam, M.T., dan Dr. Ir. Elysa Wulandari, M.T., menjelaskan bahwa peta mitigasi bencana memiliki peran strategis sebagai media informasi publik yang mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat.
“Peta mitigasi bencana ini penting untuk dibuat sebagai sarana edukasi masyarakat, karena di dalamnya terdapat informasi penting yang harus diketahui oleh masyarakat sekitar,” ujar Pocut Nurul Alam.
Peta mitigasi tersebut dirancang dalam ukuran besar (A0) sehingga informasi yang tercantum dapat terbaca dengan jelas. Di dalamnya memuat data mengenai wilayah rawan bencana, jalur evakuasi, serta titik kumpul aman yang dapat dijadikan rujukan bersama.
Rencananya, peta akan dipajang di depan kantor desa agar dapat diakses oleh seluruh warga dan menjadi pedoman dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, Ira Nabilah, mengungkapkan rasa syukur atas selesainya penyusunan peta tersebut.
“Walaupun dengan segala keterbatasan kami, Alhamdulillah peta mitigasi bencana ini berhasil kami selesaikan. Kami berharap peta ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Desa Genuren,” ungkapnya.
Melalui penyerahan peta mitigasi ini, mahasiswa berharap program tersebut mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran serta ketangguhan masyarakat Desa Genuren terhadap risiko bencana.