Kelompok Mahasiswa USK terdiri dari Ahmad Syah Ramadhan, Muhammad Habil Aswad, dan Nazwa Salsabila membuat sistem yang mampu mengubah air tanah yang sebelumnya kotor menjadi lebih higienis. Dengan memanfaatkan teknologi IoT, pemantauan sistem dan pemberitahuan untuk penggantian bahan habis pakai dapat dilakukan dengan lebih efisien melalui ponsel.
Sistem ini dikembangkan di bawah bimbingan Bapak Rahmad Dawood, Ketua Interactive Intelligent System Research Group di USK, dan didanai oleh Telkom Indonesia melalui program Project InnoVillage 2024. Program ini bertujuan untuk menghadirkan inovasi sosial berbasis teknologi yang dapat membantu masyarakat mengatasi berbagai masalah, termasuk dalam hal akses terhadap air bersih.
Sistem EcoFlow yang diuji coba di Gampong Jawa sekaligus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Dalam sosialisasi ini, Nazwa Salsabila menjelaskan pentingnya air bersih untuk kehidupan sehari-hari serta memaparkan dampak pencemaran dari tempat pembuangan akhir (TPA) terhadap air tanah. Ia menyebutkan bahwa air lindi dari sampah yang mengandung logam berat dapat meresap ke dalam sumur warga, yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Selanjutnya, Ketua tim Ahmad Syah Ramadhan melanjutkan dengan memperkenalkan EcoFlow, menerangkan cara kerja sistem ini melalui sensor IoT dan proses filtrasi air yang efektif dalam menyaring kontaminan berbahaya.
“Kami ingin memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak pencemaran air. Dengan EcoFlow, warga bisa lebih mudah mengetahui apakah air yang mereka gunakan aman atau tidak. Harapannya, teknologi ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Ahmad.

Terakhir, Muhammad Habil Aswad menekankan manfaat penggunaan EcoFlow bagi masyarakat, serta bagaimana sistem ini dapat memberikan bantuan jangka panjang kepada warga.
Selain itu, warga diperkenalkan dengan sensor IoT yang dikembangkan untuk memantau kualitas air secara real-time. Dengan alat ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi air yang mereka gunakan hanya dengan membuka aplikasi EcoFlow di ponsel mereka.
Dosen pembimbing tim, Rahmad Dawood mengapresiasi inovasi ini dan berharap bahwa EcoFlow dapat dikembangkan lebih lanjut untuk penggunaan yang lebih luas. “Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama untuk daerah-daerah dengan akses air bersih yang terbatas. Saya berharap EcoFlow dapat dikembangkan lebih jauh dan diproduksi secara massal,” kata Rahmad.
Inovasi EcoFlow diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Gampong Jawa dalam mendapatkan akses air bersih yang lebih aman dan berkualitas. Tim mahasiswa USK juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pengembangan sistem ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.