Mahasiswa USK Lolos Semifinal Kompetisi Business Plan Internasional

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil lolos ke babak semifinal pada kompetisi business plan tingkat internasional yang berlokasi di Lisbon, Portugal.

Hult Prize International Competition, yaitu kompetisi bisnis terbesar tingkat dunia, yang di bawahi langsung oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengumpulkan ide-ide dari mahasiswa di seluruh dunia dengan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Pada tahun ini, memiliki tema “Redesigning Fashion, Launch an innovative social venture in the clothing and fashion industry to make it more sustainable.” atau menginovasikan busana, untuk mencapai target-target United Nations Sustainable Development Goals (UN SDGs).

Kegiatan ini diikuti oleh 3 orang mahasiswa FKG USK yaitu Galuh Satwika Paramita, Deffan Derrico, dan Mohd Fakhriza Naufal dan 1 orang peserta dari FEB USK yakni Muhammad Raiyan Fajri.

Biscateam didampingi oleh mentor kewirausahaan drg. Teuku Ahmad Arbi, Sp.BM (K) dan Fitrah Afandi, S.E, M.Si dan pembimbing penelitian Dr. dr. Nurjannah, MPH., Ph.D, Sp. KKLP dan drg. Diana Setya Ningsih, M.Si.

Biscateam memiliki kesempatan untuk mewakili USK pada tahap Regional Summit setelah bersaing melalui website resmi Hult Prize yang dibuka pada tanggal 8 Maret 2023. Setelah runtutan berbagai tahap seleksi kompetisi yang panjang dengan lebih dari 200.000 pendaftar yang mewakili 3.000+ institusi pendidikan tinggi dari 100+ negara, Biscateam terpilih menjadi salah satu dari 700 peserta yang akan lanjut ke tahap Summit Competition yg tersebar di 12 kota di seluruh dunia.

Biscateam terpilih untuk bersaing dengan 49 tim dari beberapa kota di berbagai negara, seperi Paris, Oxford, London, Zurich, Rotterdam, Mexico, Wina, Kairo, Ankara, Brasilia, Berkley, Beirut, Taipei, dan lain-lain yang akan melakukan presentasi di hadapan dewan juri dan investor pada tanggal 23 – 25 Juni yang berlokasi di ISEG |Lisbon School of Economics and Management.

Jika berhasil lolos pada babak semifinal ini, maka Biscateam akan melanjutkan ke tahap selanjutnya dan akan mendapatkan pelatihan bisnis selama satu bulan yang berlokasi di Boston, Amerika Serikat (A.S.).

Selanjutnya Grand Final akan diselenggarakan di Paris.

Para pemenang Hult Prize akan mendapatkan pendanaan dan bimbingan dari pengusaha yang berpengalaman untuk mewujudkan ide bisnis mereka di negara asal.

Biscateam sendiri membawakan bisnis Cloture (Cloth Nappy Culture), yaitu sebuah inovasi Clodi (Cloth Diapers) bermotif batik dengan modifikasi fashion yang trendi. Clodi ini memiliki absorben dari serat nanas dan serabut kelapa serta dilengkapi indikator dehidrasi dini pada anak.

Biscateam meyakini bahwa dengan mengembangkan produk ini, dapat mengurangi jumlah limbah kain dan limbah popok bayi sekali pakai (diaper) serta menyejahterakan para petani nanas dan kelapa di Indonesia.

Setelah melakukan penelitian produk, persiapan materi hingga latihan pitching selama beberapa bulan, Biscateam berharap dapat mengharumkan nama Indonesia, khususnya Universiats Syiah Kuala di Kancah Internasional.

Leave a Reply