Mahasiswa USK Latih Warga Olah Handsanitizer dari Bahan Alami

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan pelatihan pembuatan handsanitizer dari bahan alami; daun sirih dan jeruk nipis kepada warga Desa Reje Lama Desa Bener Ayu, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Senin, 27 Juni 2022.

Pelatihan pembuatan handsanitizer ini merupakan salah satu program kerja (proker) penunjang kelompok KKN XXI-81 USK, yang dapat meningkatkan potensi green economy Desa Bener Ayu sesuai dengan tema KKN periode kali ini.

Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Indah Latifa yang menjadi penanggung jawab pelatihan tersebut menjelaskan, pemilihan daun sirih sebagai bahan dasar pembuatan dikarenakan daun sirih mengandung antibakteri yang ampuh membunuh kuman. Sementara campuran jeruk nipis, memberikan aroma segar dan mengandung antioksidan yang mencegah daun sirih teroksidasi.

“Daun sirih itu kan merupakan antiseptik alami dan udah terbukti juga dapat membunuh mikroorganisme atau kuman. Jadi kita manfaatkan dan kita inovasikan jadi bahan dasar pembuatan handsanitizer ini. Nah karena sirih juga mudah teroksidasi, dalam rebusan daun sirih itu kita tambahkan juga air perasan jeruk nipis untuk mencegah oksidasi tersebut,” ungkap Indah.

Pelatihan handsanitizer herbal tersebut turut dihadiri oleh 14 peserta yang keseluruhannya merupakan ibu-ibu Desa Bener Ayu. Selain dari bahan alami, anggota KKN kelompok 81 juga mengajarkan cara membuat handsanitizer dari bahan kimia, yaitu dari alkohol dan aloe vera gel.

“Kenapa kami ajarkan 2 macam handsanitizer, karena yang herbal ini puma untuk penggunaan di rumah saja dan daya tahannya nggak lama, tapi jika ingin dijadikan produk bernilai jual perlu peralatan dan perlakuan yang lebih kompleks. Sementara kalau yang dari alkohon dan aloe vera gel itu bernilai jual dan kalau masyarakat mau langsung membuat produk handsanitizer tersebut juga bisa,” sambung Indah.

Adapun bahan yang diperlukan dalam pembuatan handsanitizer herbal dari daun sirih adalah 50  gram daun sirih, 200 ml air panas, 8 ml perasan jeruk nipis/lemon, dan botol spray. Sedangkan cara membuatnya sangat sederhana, yaitu rebus daun sirih lebih kurang 15 menit, setelah dingin saring air rebusan daun sirih lalu tambahkan perasaan lemon. Masukkan ke dalam botol spray, handsanitizer pun siap digunakan.

Kelompok 81 KKN USK periode XXI berharap, dengan adanya pelatihan handsanitizer herbal ini dapat menyadarkan masyarakat untuk memanfaatkan herbal yang ada di sekitar dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kelompok KKN XXI-81 diketuai oleh Muhammad Syarif Al Baihaqi (Pendidikan Kedokteran Hewan), dan beranggotakan Naurah Masitah (Agroteknologi), Risqa Mutha Dina (Teknik Pertanian), Amrina Yusna (Perencanaan Wilayah dan Kota), Priolga Adrin (Ilmu Komunikasi), Indah Latifa (Ilmu Komunikasi), Firyal Bilqis (Farmasi) dan Rahma Yunianti (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

Leave a Reply