Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Syiah Kuala (USK) Tahun 2026 Kelompok 28 memperkenalkan inovasi pertanian ramah lingkungan melalui program pembuatan Biosaka dan pembagian benih sayuran kepada masyarakat Desa Teungoh, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pertanian berkelanjutan sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Biosaka merupakan ramuan ekstrak tumbuhan yang berfungsi sebagai elisitor, yakni senyawa yang mampu merangsang respons fisiologis tanaman sehingga meningkatkan ketahanan alaminya. Mahasiswa juga menekankan bahwa Biosaka bukan pupuk maupun pestisida, melainkan inovasi berbahan alami yang mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Biosaka. Mahasiswa memperagakan secara langsung proses pembuatannya, mulai dari pemilihan daun sehat yang berasal dari sedikitnya lima jenis tanaman berbeda, menggulung daun, meremasnya bersama air selama kurang lebih satu jam hingga sari tumbuhan larut, kemudian menyaring hasil perasan dan menyimpannya selama tiga hari sebelum siap digunakan.
Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan Biosaka sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri di lahan pertanian mereka.

Setelah demonstrasi, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan membagikan benih sayuran berupa kangkung dan bayam kepada masyarakat. Pembagian benih tersebut bertujuan mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif yang dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Selain membagikan benih, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat menanam sayuran di pekarangan, mulai dari menyediakan bahan pangan sehat, mengurangi pengeluaran rumah tangga, hingga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri.
Ketua Kelompok KKN Reguler USK Tahun 2026 Kelompok 28, Dikel Yudi Mekihes, mengatakan bahwa pengenalan Biosaka merupakan salah satu upaya mahasiswa memperkenalkan alternatif budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat.
“Melalui demonstrasi ini, kami berharap masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia. Biosaka dapat menjadi salah satu inovasi yang mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembagian benih sayuran merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan pemanfaatan pekarangan rumah agar lebih produktif.
“Kami berharap benih yang dibagikan dapat ditanam dan dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga pekarangan rumah menjadi lebih hijau, sekaligus mampu menyediakan sayuran segar untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.