Sebanyak sepuluh mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti Program Student Exchange di Universiti Tun Abdul Razak (UniRazak), Malaysia, yang berlangsung pada 17–24 September 2025.
Selain mengikuti kegiatan akademik dan budaya di kampus tersebut, para mahasiswa juga berkesempatan menjadi presenter dalam ajang Eco-Campus International Conference (ECIC) 2025.
Peserta program ini terdiri atas Alya Irzan Ramadhani, Arie Irawan, Azmi Lamkaruna, Mhd. Tampan Ahyaul Ihsan Batubara, Rafi Firjatullah, Riska Dwi Putri, Sarah Nada Jinan, dan Sutryanto dari Fakultas Teknik (Prodi Teknik Komputer); Khairul Auni dari Fakultas MIPA (Prodi Informatika); serta Hendrik Leo dari Sekolah Pascasarjana (Prodi Ilmu Teknik).
Selama kegiatan di Malaysia, delegasi mahasiswa USK didampingi oleh Kepala Office of International Affairs (OIA) USK, Dr. Muzailin Affan, bersama staf OIA dan Kepala UPT Laboratorium Terpadu, Ir. Rahmad Dawood, S.Kom., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Kehadiran mereka memberikan dukungan dan pendampingan dalam seluruh agenda akademik dan lintas budaya di UniRazak.
Program diawali dengan sesi orientasi dan sambutan resmi dari Chief Operating Officer UniRazak, Mohamed Fairuz Bin Mohamed Noor, serta Direktur Student Experience Department, Muhamad Safwan Bin Zulkifli, yang juga merupakan dosen di universitas tersebut. Pada kesempatan itu, para peserta memperoleh informasi mengenai rangkaian kegiatan akademik dan budaya yang akan mereka jalani selama program berlangsung.
Acara ECIC 2025 dibuka secara resmi oleh Puteri Sultan Pahang, Tengku Puteri Raja Tengku Ilisha Ameera Al-Sultan Abdullah, yang dalam sambutannya menyerukan agar EcoCampus diiktiraf sebagai inisiatif pendidikan tinggi kebangsaan, guna memastikan agenda keberlanjutan menjadi bagian utama dalam pendidikan di Malaysia dan kawasan ASEAN. Seruan tersebut menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai sustainability dalam sistem pendidikan tinggi.

Selain konferensi, kegiatan pertukaran ini juga diisi dengan cultural visit, pelatihan public speaking, serta pembelajaran sejarah dan kebudayaan Malaysia. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan internasional serta memperkuat jejaring akademik antarnegara.
Salah satu peserta, Hendrik Leo, mengaku bahwa pengalaman mengikuti program ini sangat berharga dan memberikan inspirasi baru dalam pengembangan riset serta peningkatan kemampuan komunikasi internasional.
Sementara itu, Dr. Muzailin Affan menyampaikan apresiasinya atas partisipasi mahasiswa USK dalam kegiatan internasional ini.
“Keterlibatan mahasiswa USK dalam program pertukaran di UniRazak dan konferensi ECIC menunjukkan kesiapan mereka untuk bersaing di level global. Program seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas akademik, jejaring internasional, dan citra positif USK di kancah pendidikan dunia,” ujar Dr. Muzailin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Enhancing Quality for International University Recognition (EQUITY) Program Universitas Syiah Kuala, yang bertujuan memperluas eksposur internasional, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat reputasi global USK sebagai universitas berkelas dunia.
Selain kegiatan exchange, mahasiswa USK turut berpartisipasi dalam Eco-Campus International Conference (ECIC) 2025, di mana mereka mempresentasikan hasil riset dan inovasi dari Universitas Syiah Kuala kepada peserta internasional dari berbagai negara.
Melalui program ini, diharapkan mahasiswa USK tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman akademik baru, tetapi juga mampu menjadi duta kampus dalam memperkenalkan keunggulan riset serta semangat kolaborasi internasional Universitas Syiah Kuala.