Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa USK Ikuti Pelatihan Rescue Arus Deras dan Restorasi Hulu DAS Peusangan

Sebanyak 12 mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh mengikuti Pelatihan Penyelamatan di Arus Deras dan Restorasi kawasan Hulu DAS Peusangan. Kegiatan ini digelar di Temas River Park.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Leuser (MAPALA) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan peserta dalam melakukan penyelamatan di arus deras (swift water rescue), khususnya dalam kondisi darurat seperti banjir dan kecelakaan di sungai.

Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami hubungan antara kondisi lingkungan hulu dengan risiko bencana di wilayah hilir, serta berperan aktif dalam upaya mitigasi dan restorasi ekosistem.

Abdul Hadi, instruktur pelatihan sekaligus anggota luar biasa UKM PA LEUSER, menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dan konservasi ini membawa banyak nilai positif, sehingga tidak layak dijadikan sebagai kegiatan terakhir.

“Yang sedang kalian latih ini adalah menyelamatkan, tidak bisa dikuasai dalam sekali berkegiatan. Jadi jangan jadikan pelatihan ini yang pertama dan yang terakhir, melainkan harus menjadi pembuka untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya, baik eksibisi maupun ekspedisi,” kata Hadi.

Pelatihan penyelamatan di arus deras yang diikuti oleh para peserta tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga diintegrasikan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan, para peserta turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari program restorasi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan. Kegiatan restorasi tersebut dilaksanakan di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.

Penanaman pohon ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan hulu, yang berperan penting dalam mengendalikan tata air, mencegah erosi, serta meminimalkan risiko banjir di wilayah hilir.

Salah satu peserta dari Universitas Syiah Kuala, Dinda Aniendya (21), mahasiswa tingkat tiga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyampaikan bahwa integrasi antara pelatihan penyelamatan dan restorasi lingkungan merupakan bentuk pendekatan holistik dalam mitigasi bencana.

“Kami tidak hanya ingin mencetak peserta yang sigap dalam operasi penyelamatan, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan hulu DAS yang menjadi kunci keberlanjutan ekosistem,” ujar Dinda.

Dengan diadakan pelatihan dan kegiatan konservasi ini, penyelenggara berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya sigap dalam penanganan kondisi darurat, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Peserta diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan nyata, baik dalam kegiatan relawan, komunitas, maupun di lingkungan masing-masing.

Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya kolaborasi berkelanjutan dalam upaya menjaga dan merestorasi kawasan hulu DAS Peusangan, sehingga risiko bencana dapat diminimalisir dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.