Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Kali ini, mahasiswa USK berhasil membawa pulang berbagai gelar pada ajang The 12th UTU Awards International 2026 yang berlangsung di Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, pada 22–23 September 2026.
Kompetisi dan Expo Inovasi Produk serta Riset tersebut merupakan ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa dan inventor muda untuk memamerkan berbagai inovasi, riset, serta gagasan bisnis potensial. Kompetisi ini menghadirkan sejumlah kategori, mulai dari desain toko online, riset kewirausahaan, startup business, business plan, hingga produk inovatif agro dan maritim.
Pada ajang tahun ini, 11 tim USK berhasil melaju ke babak final. Para finalis kemudian mempresentasikan gagasan dan inovasi mereka secara langsung di hadapan dewan juri sekaligus memamerkan produk atau karya unggulan masing-masing.
Dari 11 tim yang masuk final, sejumlah tim USK berhasil meraih gelar juara maupun penghargaan khusus. Capaian tersebut menunjukkan keberagaman inovasi mahasiswa USK yang tidak hanya bergerak pada satu bidang, tetapi mencakup teknologi digital, kewirausahaan, produk berbasis sumber daya lokal, hingga inovasi agro dan maritim.
Pada kategori Desain Toko Online, tim Paws&Fin berhasil meraih Juara 1. Tim yang diketuai Rahiqul Munadhil dari Program Studi Informatika tersebut dibimbing oleh Maulyanda, S.Tr.Kom., M.Kom.
Prestasi lainnya diraih tim ATSIRA (Aceh Atsiri Integrated Digital Fragrance Ecosystem): An AI Powered Circular Value Marketplace for Aceh’s Sustainable Patchouli Value Chain yang berhasil memperoleh Juara 3 pada kategori yang sama. Tim ini diketuai Naila Risqa dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dengan dosen pembimbing Nabilah, S.Kom., M.T.
Masih pada kategori Desain Toko Online, Tim VALAM – Platform B2B Managed-Marketplace Minyak Nilam Terverifikasi & Circular Economy Limbah Penyulingan meraih penghargaan Best Presenter. Tim tersebut dipimpin Muhammad Azlan Syahkam dari Program Studi Informatika dan dibimbing Dwipa Junika Putra, S.Kom., M.Kom.
Sementara itu, pada kategori Riset Kewirausahaan, tim PATCHMOS: Pengembangan Spray Bio-Repellent Berbasis Limbah Ampas Nilam Terintegrasi Mosqrisk Analytics Sebagai Inovasi Kewirausahaan Berkelanjutan berhasil meraih Juara 3. Tim yang diketuai Rafi Athallah dari Program Studi Teknik Sipil ini dibimbing Cut Aprilia, S.E., M. Interbuss.
Prestasi juga diraih pada kategori Startup Business melalui tim Elpis Camilan dari Ikan Depik Spesies Endemik Danau Laut Tawar yang memperoleh penghargaan Best Presenter. Tim tersebut diketuai Bintang Najwa Manurung dari Program Studi Manajemen dengan dosen pembimbing Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si.
Pada kategori Business Plan, tim Nipharia, Tropical Cold Coffee Made With Aceh’s Unique Nipah Fruit juga berhasil meraih penghargaan Best Presenter. Tim ini diketuai Muhammad Razan Rajasa dari Program Studi Manajemen dengan dosen pembimbing Fakhri Ramadhan, M.Sc.
Sementara pada kategori Produk Inovatif/Innovative Agro & Marine Product, tim Oceanova Patch: Marine Bioactive Hydrogel Wound Patch Berbasis Kitosan Limbah Kulit Udang dan Alga Coklat Sargassum polycystum Asal Aceh untuk Perawatan Luka berhasil meraih Juara Harapan 1. Tim tersebut dipimpin Niswah Syakira dari Program Studi Farmasi dengan dosen pembimbing apt. Nur Irhamni Sabrina, S.Farm., M.Farm.
Selain berbagai gelar tersebut, USK juga mencatatkan capaian penting sebagai universitas dengan jumlah tim terbanyak yang berhasil melaju ke babak final pada UTU Awards International 2026. Sebanyak 11 tim USK berhasil mencapai babak final dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam ajang tersebut.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah membawa nama USK dalam kompetisi tersebut.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras, dedikasi, dan usaha luar biasa dari seluruh tim mahasiswa serta dosen pembimbing, prestasi membanggakan di kompetisi UTU Awards International 2026 ini bisa kita capai,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun USK belum menjadi juara umum, keberhasilan meloloskan 11 tim ke babak final merupakan capaian yang menunjukkan berkembangnya ekosistem inovasi dan kewirausahaan di lingkungan USK.
“Meskipun belum menjadi juara umum, predikat sebagai tim terbanyak di babak final menunjukkan bahwa ekosistem inovasi dan kewirausahaan di USK berjalan sangat baik,” kata Rina.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemacu bagi mahasiswa USK untuk terus mengembangkan kreativitas, daya nalar, serta jiwa kewirausahaan. Menurutnya, kompetisi bukan hanya menjadi ruang untuk mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan untuk menguji dan mengembangkan gagasan agar memiliki manfaat yang lebih luas.
“Semoga karya-karya inovatif mahasiswa USK tidak berhenti di ajang kompetisi saja, melainkan dapat terus dikembangkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas serta mengharumkan nama universitas di tingkat dunia,” ujarnya.
Berbagai inovasi yang dibawa mahasiswa USK dalam UTU Awards International 2026 juga menunjukkan potensi pemanfaatan sumber daya lokal Aceh dalam menghasilkan produk dan solusi inovatif. Mulai dari nilam, ikan depik, buah nipah, limbah kulit udang, hingga alga coklat dikembangkan menjadi gagasan bisnis dan produk yang memiliki nilai tambah.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan potensi sumber daya lokal.