Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Pepes Sampah

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali melahirkan inovasi baru bernama pepes sampah yang berupa alat penyedot sampah mini berbasis teknologi hijau. Alat yang memanfaatkan panel surya ini berhasil diciptakan oleh tim mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Unsyiah yang beranggotakan, Arliani, Cut Mouliza Meutia Vasya, M. Khairul Akbar, Bima Sakti, dan Aufa Aslam Nabawi, Selasa (14/6).

“Alat ini merupakan inovasi yang dibuat oleh 5 orang mahasiswa FT Unsyiah dalam rangka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bawah bimbingan Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T. Kata pepes merupakan sebuah singkatan dari penyedot dan penghisap. Jadi, pepes sampah adalah penyedot dan penghisap sampah. Alat ini dapat menyedot sampah yang ringan, seperti kertas, dedaunan, dan plastik,” sebut Arliani.

Berdasarkan data statistik kependudukan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, tercatat jumlah penduduk Indonesia 245,9 juta jiwa. Menurut mantan Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, jika setiap orang menghasilkan sampah 2,5 liter per hari, maka total sampah yang dihasilkan setiap hari adalah 625 juta liter sampah.

“Permasalahan di atas sangat mengkhawatirkan, sehingga muncul ide untuk menciptkan sebuah inovasi baru yaitu berupa alat pepes sampah. Dengan memanfaatkan energi cahaya matahari yang diubah menjadi energi listrik, alat ini sangat efisien baik itu dari segi waktu maupun tenaga yang dibutuhkan untuk membersihkan sampah. Ketimbang membersihkan sampah secara konvensional seperti yang dilakukan oleh petugas kebersihan kota atau provinsi. Pihak pemerintah dapat memanfaatkan produk lokal ini agar memudahkan pekerjaan petugas kebersihan. Jadi, bagi gubernur, walikota, atau bupati yang ingin meringankan beban dapat memanfaatkan teknologi yang satu ini,” jelas Arliani.

Selain itu, lanjut Arliani, energi cahaya matahari merupakan renewable energy (energi terbarukan) sehingga menjadi upaya untuk terciptanya green technology (teknologi hijau) atau ramah lingkungan. Penggunaan alat ini tidak mesti beroperasi ketika terik matahari, tapi alat ini tetap dapat bekerja walaupun tidak ada cahaya matahari. Disebabkan ada baterai yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang telah diubah dari energi cahaya matahari. Selain itu, pengoperasiannya pun cukup mudah sehingga bisa dimanfaatkan oleh siapa saja.

 

 

Editor: Reza Fahlevi

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/