
Satu dari lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) asal Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) menciptakan produk inovatif berbahan herbal dengan bahan minyak nilam dan sereh, serta minyak atsiri.
Dikutip dari Serambinews.com, Sabtu (22/6), Hurun Maqshurah, mahasiswa Unsyiah asal Pidie mengatakan, penciptaan produk inovatif ini bersama empat rekan yaitu Chindy Mauliza, Duana, Ambri Agusmanto, dan Weni Erfat yang merupakan mahasiswa lintas jurusan Tehnik Kimia ini berhasil memanfaatkan minyak sereh dan minyak nilam Aceh sebagai hand sanitizer cantila (cairan anti kuman) nilam Aceh.
"Selama ini nilai ekspor minyak atsiri Indonesia saat ini berada di angka 160,39 juta dollar Amerika Serikat dan Aceh merupakan pemasok nilam sekitar 15 sampai 20 persen dari volume produksi 2.382 ton," sebut Hurum bersama Koordinator tim, Chindy Maulizar.
Di bawah bimbingan Drs. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng. bersama rekan satu tim secara kontinyu melakukan pengkajian terhadap minyak sereh dan nilam. Selain itu, pencampuran minyak atsiri yang memiliki multi dungsi fungsi, baik antioksidan, antimikroba, maupun antibiofilm.
Karena memiliki fungsi sebagai anti bakteri, maka mereka menggunakannya sebagai anitiseptik alami. Namun sayangnya, pemanfaatan minyak nilam sebagai anti bakteri belum ada di Banda Aceh .
"Dengan kondisi inilah, enam mahasiswa Unsyiah termotivasi untuk menggunakan minyak nilam tersebut dengan menciptakan produk hand sanitizer cantila," ujar Chindy Maulizar.
“Hand sanitizer cantila karya kami ini fungsinya lebih baik dibandingkan dengan hand sanitizer lainnya dikarenakan hand sanitizer ini berbasis herbal dengan memanfaatkan minyak sereh sebagai pengganti alkohol yang berfungsi sebagai antibakteri dan anti nyamuk,” pungkas Chindy Maulizar