Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Peternakan USK Juara Lomba Video MOVE 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Rijalul Misri, mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian USK, berhasil meraih Juara 1 Lomba Video Kreatif tingkat nasional dalam ajang MOVE 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh UKM-HIMPUS Fakultas Kedokteran Hewan USK ini berlangsung dari 30 Agustus hingga 20 September 2026. Mengusung tema Muda, Visioner, Energik, ajang ini menantang para peserta untuk menyampaikan gagasan inovatif melalui media audiovisual dengan fokus pada ketahanan pangan masa depan serta kesehatan manusia dan One Health.

Di bawah bimbingan Ir. Zikri Maulina Gaznur, S.Pt., M.Si., IPM, Rijalul berhasil menyisihkan para pesaing dari berbagai perguruan tinggi dan menempati peringkat pertama pada kategori tersebut.

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Sabaruddin, M.Agr.Sc., menyampaikan apresiasi atas pencapaian gemilang tersebut. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian memiliki kapasitas kreativitas dan komunikasi yang mumpuni di luar ruang kuliah.

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Rijalul Misri atas keberhasilannya meraih Juara 1 Lomba Video Kreatif MOVE 2026 tingkat nasional. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan komunikasi melalui berbagai bidang kompetisi,” ujar Sabaruddin.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Fakultas Pertanian USK, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., MP, mendorong agar capaian ini menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif berkarya.

“Prestasi Rijalul Misri dalam Lomba Video Kreatif MOVE 2026 merupakan capaian yang patut diapresiasi. Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas di luar kegiatan perkuliahan,” kata Sayuthi.

Bagi sivitas akademika Fakultas Pertanian, ruang-ruang kompetisi semacam ini tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mengomunikasikan isu penting seperti ketahanan pangan, kesejahteraan peternak, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.